Baliho Caleg Mungkin Perlu Ikon Emosi
Maret 6, 2009
Segala tindakan atau karya manusia konon berawal dari sebuah niat atau maksud. Sebuah niat biasanya digolongkan dalam dua hal: baik atau buruk. Tapi, saya tidak membahas seperti apa niat baik atau buruk itu. Anggap saja semua maksud adalah baik. Nah, dari situ muncul ide atau gagasan. Ide yang dimanifestasikan bisa berwujud ucapan, tindakan, atau hasil perbuatan. Salah satunya dalam bentuk tulisan.
![]()
Sayangnya, sebagai salah satu sarana komunikasi, tulisan katanya memiliki sejumlah keterbatasan, walaupun dengan narasi yang panjang. Terlebih lagi kalau bentuknya syair, pantun, puisi, dsb. Tiap orang bisa memiliki tafsir atau pemaknaan tersendiri. Komentar di blog pun juga demikian. Tak jarang sebuah komentar bisa menimbulkan salah paham. Salah satu faktor terjadinya konon lantaran kekurangan atau ketiadaan ekspresi, gestur, dan intonasi dari penyampai pesan.
![]()
Saat membaca tulisan atau komentar di blog, apapun tulisan yang ada di situ, kita tidak tahu pasti bagaimana gestur serta ekspresi penulisnya. Meski tulisan juga punya nada dan rasa, tidak semuanya disampaikan sesuai dengan apa yang tertera. Mungkin ketika mengetik sambil siul-siul, ngambek, cengar-cengir, marah, sinis, dsb. Boro-boro lagi kalau mencoba melihat niat atau maksud seseorang, yang datangnya [katanya sih] dari kalbu atau hati. Alhasil, orang lain yang membaca tulisan atau komentar sejatinya *haiyah* hanya bisa mereka-reka saja, tidak lebih [mungkin].
![]()
Untuk mengatasi hal ini lalu diciptakanlah emoticon sebagai kompensasi dari ketidakmampuan dalam menggambarkan emosi dalam komunikasi tertulis. Ikon-ikon emosi awalnya adalah simbol-simbol yang diambil dari kombinasi dari tanda baca. Tujuannya untuk menggambarkan ekspresi wajah manusia. Namun, seiring berkembangnya teknologi digital, dari simbol tanda baca kemudian berubah menjadi gambar-gambar mini. Lebih lanjut lagi, gambar-gambar tersebut juga dibuat animasi.
![]()
Kalau dalam dunia media massa agak berbeda. Untuk memberi gambaran yang lebih luas tentang suatu, tulisan juga disertai foto atau gambar karikatur mungkin. Tentunya gambar yang ditampilkan sesuai dengan topik tulisan. Pasti aneh kalau memberitakan bencana, tetapi memampang foto orang-orang yang terlihat ceria.
Meski demikian, kekurangan itu tetap saja ada. Balik ke penggunaan ikon, gambar-gambar emosi itu mungkin bisa dibilang hanya menambah nuansa *haduh* komunikasi tulisan saja, mendekati interaksi verbal plus visual antarmanusia yang juga dipengaruhi rasa, suasana, selera, dan hal-hal lainnya.
Lha, sekarang saya mau kaitkan dengan maraknya baliho caleg pada Pemilu 2009 ini. Sebagian besar disertai foto-foto diri dalam ekspresi tertentu dan mungkin disertai kata-kata “mutiara” . Di luar itu, ada juga yang menampilkan tokoh-tokoh penting , entah itu berhubungan dengan apa yang ingin diperjuangkan seorang caleg atau tidak. Saya kebetulan menemukan situs menarik seputar Pemilu dan mengambil salah satu baliho caleg yang ada di situ. Bukan bermaksud sinis atau berniat buruk, namun menurut saya sebagian caleg sepertinya perlu menyertakan ikon emosi dalam poster mereka.

Baliho Bang Damin
Ket: gambar diambil dari situs “Jangan Bikin Malu2009″.
Maret 6, 2009 at 7:34 pm
janganlah pake emotikon. makin artifisial aja nih hidup. *kuatir*
▄▄▄▄▄▄
SJ: lha mending daripada kayak contoh itu…
Maret 6, 2009 at 8:12 pm
yang agak saya sayangkan dari emoticon itu, yakni full-facenya yang gundul, plontos, botak. Nggak keren.
▄▄▄▄▄▄
SJ: bias gender berarti. tapi kalo pake rambut juga sama aja.
Maret 7, 2009 at 12:24 am
Baliho… ah…
*sedang alergi mendengar kata itu…*
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he he… liat yg di tautan saya aja. lucu-lucu banget
Maret 7, 2009 at 2:32 am
walah, saya kok jadi mulai risih dg tampilan tampang2 narsis para caleg yang di pinggir2 jalan itu, mas jenang. apalagi kalau mesti ditambah lagi dg ikon2 emosi. saya yakin, pasti mereka akan pasang emoticon yang penuh optimisme sambil tabur pesona, kekeke … saya lebih setuju kalau baliho2 narsis itu dimuseumkan secepatnya, kekeke ….
▄▄▄▄▄▄
SJ: ini sebetulnya guyon aja, tapi emang orang kan gak tau bahwa saya nulisnya sambil cengengesan.
Maret 7, 2009 at 12:12 pm
saya nunggu duit dari caleg aja.
▄▄▄▄▄▄
Sj: wah kalo pun ada duit biasanya gak seberapa, dan.
Maret 8, 2009 at 12:12 am
*blogwalking*
▄▄▄▄▄▄
SJ: selamat datang. makasih udah mampir.
Maret 8, 2009 at 5:03 am
Lho baliho caleg kan sudah langsung kelihatan mringisnya. Situs JanganBikinMalu2009 balihonya jan antik-antik.
▄▄▄▄▄▄
SJ: iya ya. berarti udah jelas emang cengengesan.
Maret 8, 2009 at 10:09 am
betewe, saya lebih suka emoticon yg jadi avatar papa mertua lho
kesannya lebih… gaya.
▄▄▄▄▄▄
SJ: ha ha ha… sayang latar belakangnya gak transparan. tadinya mo ditampilin juga.
Maret 8, 2009 at 3:19 pm
::ternyata begitu banyaknya bentuk isyarat ya…, *siap-siap pilih salah satu, yg mungkin terfahami sebagai moda komunikasi*
▄▄▄▄▄▄
SJ: tanda-tanda itu sudah jelas adanya.
Maret 8, 2009 at 8:00 pm
wah saya kalah narcis sama mereka ya?
▄▄▄▄▄▄
SJ: beruntunglah Anda masih kalah sama mereka.
Maret 9, 2009 at 8:54 am
Wah… Postingannya Mas SJ sekarang juga full emoticon…
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he… gak bermaksud menyaingi ikon mesir punya pak mar.
Maret 9, 2009 at 1:04 pm
Ganti theme, ganti misi. Koq samaan ya…
▄▄▄▄▄▄
SJ: iya nih, bedanya ini buat saya udah yg kedua.
Maret 10, 2009 at 12:36 am
Hiiiiiiiiii ngeriii tatuut,,…
Beraaaaaat janji wuiiiiiiih
ampuuuuuuun Guusti
Wiidddiiiiwwwwww
Bendera bapa dan ibu haji hehehe ….
▄▄▄▄▄▄
SJ: muahaha… mengentengken janji itu memang berbahaya.
Maret 10, 2009 at 9:11 am
Halah….
Jangan2 bang DAMIN ni PAMANNYA kan Jenang..wuuueeeeekkk..keks..keks..
Lariiiiiiiiiiiii…tautut sama Songkoknya bang Damin.
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he he… coba liat tautan di atas, kang. yg ada di sini belom seberapa.
Maret 10, 2009 at 1:26 pm
*ngakak liat balihonya*
Ada-ada saja, ah. Pakai smiley, gitu?
Makin banyak baliho kocak menjelang candu bernama pemilu ini
Eh ya, ada partai baru juga itu, yang lebih emosional dan menggairahkan
▄▄▄▄▄▄
SJ: yoi udah liat tuh partai film syur. banyak lho plesetan partai gitu.
Maret 10, 2009 at 11:49 pm
Salam…
▄▄▄▄▄▄
SJ: salam juga. makasih udah mampir.
Maret 11, 2009 at 6:09 am
Emang kalau ada emoticon-nya nanti, ada caleg yang mau pasang emoticon yang seperti ini: ——->
??
Lha entar disangka nggak serius dong….
▄▄▄▄▄▄
SJ: emang kalo liat baliho itu kan gak serius orangnya….
Maret 11, 2009 at 12:46 pm
Maret 11, 2009 at 12:47 pm
emosi berganti-ganti seiring rahsaning ati
▄▄▄▄▄▄
SJ: boljug tuh bikin baliho emotikon semua.
Maret 11, 2009 at 8:48 pm
tautannya ga bisa dibuka
▄▄▄▄▄▄
SJ: bisa kok… mungkin sempet mati bentar.
Maret 13, 2009 at 3:29 pm
rata2 di atas foto sang caleg dipajang ketua umum partai, kok belum ada ya yg masang gambar pak tani, orang ngemis, atau biar lebih heboh artis cantik nan seksi berbikini diatas sang caleg, he he
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he he… kalo mo jualan mending sekalian aja, ya. emang dasarnya mo cari penghasilan aja sih.
Maret 15, 2009 at 3:29 am
hehehe iya bisa dibuka sekarang
▄▄▄▄▄▄
SJ: manstap tuh update terus…
Maret 17, 2009 at 10:23 am
Keren nich,
Kang, gmana cara nyisipin emoicon ke dalam tulisan?
▄▄▄▄▄▄
SJ: upload dulu aja di blog, trus dipasang di posting. kalo mo pake yg ini juga boleh.
Mei 5, 2009 at 1:20 am
waaaaah pada kemana yaaa balihonya dah bersiiih… kenapa gaaak di ganti gambar orang streees hampiiir gilaaaaaaaaa…. hahahaha…
Salam Sayang