Baliho Caleg Mungkin Perlu Ikon Emosi

Segala tindakan atau karya manusia konon berawal dari sebuah niat atau maksud. Sebuah niat biasanya digolongkan dalam dua hal: baik atau buruk. Tapi, saya tidak membahas seperti apa niat baik atau buruk itu. Anggap saja semua maksud adalah baik. Nah, dari situ muncul ide atau gagasan. Ide yang dimanifestasikan bisa berwujud ucapan, tindakan, atau hasil perbuatan. Salah satunya dalam bentuk tulisan.

ngguyu

Sayangnya, sebagai salah satu sarana komunikasi, tulisan katanya memiliki sejumlah keterbatasan, walaupun dengan narasi yang panjang. Terlebih lagi kalau bentuknya syair, pantun, puisi, dsb. Tiap orang bisa memiliki tafsir atau pemaknaan tersendiri. Komentar di blog pun juga demikian. Tak jarang sebuah komentar bisa menimbulkan salah paham. Salah satu faktor terjadinya konon lantaran kekurangan atau ketiadaan ekspresi, gestur, dan intonasi dari penyampai pesan.

ngamuk

Saat membaca tulisan atau komentar di blog, apapun tulisan yang ada di situ, kita tidak tahu pasti bagaimana gestur serta ekspresi penulisnya. Meski tulisan juga punya nada dan rasa, tidak semuanya disampaikan sesuai dengan apa yang tertera. Mungkin ketika mengetik sambil siul-siul, ngambek, cengar-cengir, marah, sinis, dsb. Boro-boro lagi kalau mencoba melihat niat atau maksud seseorang, yang datangnya [katanya sih] dari kalbu atau hati. Alhasil, orang lain yang membaca tulisan atau komentar sejatinya *haiyah* hanya bisa mereka-reka saja, tidak lebih [mungkin].

sembah

Untuk mengatasi hal ini lalu diciptakanlah emoticon sebagai kompensasi dari ketidakmampuan dalam menggambarkan emosi dalam komunikasi tertulis. Ikon-ikon emosi awalnya adalah simbol-simbol yang diambil dari kombinasi dari tanda baca. Tujuannya untuk menggambarkan ekspresi wajah manusia. Namun, seiring berkembangnya teknologi digital, dari simbol tanda baca kemudian berubah menjadi gambar-gambar mini. Lebih lanjut lagi, gambar-gambar tersebut juga dibuat animasi.

nangis

Kalau dalam dunia media massa agak berbeda. Untuk memberi gambaran yang lebih luas tentang suatu, tulisan juga disertai foto atau gambar karikatur mungkin. Tentunya gambar yang ditampilkan sesuai dengan topik tulisan. Pasti aneh kalau memberitakan bencana, tetapi memampang foto orang-orang yang terlihat ceria.

Meski demikian, kekurangan itu tetap saja ada. Balik ke penggunaan ikon, gambar-gambar emosi itu mungkin bisa dibilang hanya menambah nuansa *haduh* komunikasi tulisan saja, mendekati interaksi verbal plus visual antarmanusia yang juga dipengaruhi rasa, suasana, selera, dan hal-hal lainnya.

histerisLha, sekarang saya mau kaitkan dengan maraknya baliho caleg pada Pemilu 2009 ini. Sebagian besar disertai foto-foto diri dalam ekspresi tertentu dan mungkin disertai kata-kata “mutiara” .  Di luar itu, ada juga yang menampilkan tokoh-tokoh penting , entah itu berhubungan dengan apa yang ingin diperjuangkan seorang caleg atau tidak. Saya kebetulan menemukan situs menarik seputar Pemilu dan mengambil salah satu baliho caleg yang ada di situ. Bukan bermaksud sinis atau berniat buruk, namun menurut saya sebagian caleg sepertinya perlu menyertakan ikon emosi dalam poster mereka.

Baliho Caleg

Baliho Bang Damin

Ket: gambar diambil dari situs “Jangan Bikin Malu2009”.

Perihal

Cuma seorang pengelana yang bebas berkeliaran.

Ditulis dalam Pemikiran, Pengamatan, Umum
24 comments on “Baliho Caleg Mungkin Perlu Ikon Emosi
  1. ahgentole mengatakan:

    janganlah pake emotikon. makin artifisial aja nih hidup. *kuatir*

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: lha mending daripada kayak contoh itu…😀

  2. esensi mengatakan:

    yang agak saya sayangkan dari emoticon itu, yakni full-facenya yang gundul, plontos, botak. Nggak keren.

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: bias gender berarti. tapi kalo pake rambut juga sama aja.:mrgreen:

  3. Amed mengatakan:

    Baliho… ah…

    *sedang alergi mendengar kata itu…*

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he he… liat yg di tautan saya aja. lucu-lucu banget😛

  4. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    walah, saya kok jadi mulai risih dg tampilan tampang2 narsis para caleg yang di pinggir2 jalan itu, mas jenang. apalagi kalau mesti ditambah lagi dg ikon2 emosi. saya yakin, pasti mereka akan pasang emoticon yang penuh optimisme sambil tabur pesona, kekeke … saya lebih setuju kalau baliho2 narsis itu dimuseumkan secepatnya, kekeke ….

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: ini sebetulnya guyon aja, tapi emang orang kan gak tau bahwa saya nulisnya sambil cengengesan.:mrgreen:

  5. danalingga mengatakan:

    saya nunggu duit dari caleg aja.😆

    ▄▄▄▄▄▄
    Sj: wah kalo pun ada duit biasanya gak seberapa, dan.😛

  6. maricurhat mengatakan:

    *blogwalking*

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: selamat datang. makasih udah mampir.

  7. lovepassword mengatakan:

    Lho baliho caleg kan sudah langsung kelihatan mringisnya. Situs JanganBikinMalu2009 balihonya jan antik-antik.🙂

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: iya ya. berarti udah jelas emang cengengesan.😀

  8. Lumiere mengatakan:

    😆

    betewe, saya lebih suka emoticon yg jadi avatar papa mertua lho:mrgreen: kesannya lebih… gaya.

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: ha ha ha… sayang latar belakangnya gak transparan. tadinya mo ditampilin juga.

  9. zal mengatakan:

    ::ternyata begitu banyaknya bentuk isyarat ya…, *siap-siap pilih salah satu, yg mungkin terfahami sebagai moda komunikasi*

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: tanda-tanda itu sudah jelas adanya.:mrgreen:

  10. abeeayang mengatakan:

    wah saya kalah narcis sama mereka ya? :mrgreen:

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: beruntunglah Anda masih kalah sama mereka.🙂

  11. marsudiyanto mengatakan:

    Wah… Postingannya Mas SJ sekarang juga full emoticon…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he… gak bermaksud menyaingi ikon mesir punya pak mar.

  12. Lambang mengatakan:

    Ganti theme, ganti misi. Koq samaan ya…🙂

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: iya nih, bedanya ini buat saya udah yg kedua.😎

  13. kangBoed mengatakan:

    Hiiiiiiiiii ngeriii tatuut,,…
    Beraaaaaat janji wuiiiiiiih
    ampuuuuuuun Guusti
    Wiidddiiiiwwwwww
    Bendera bapa dan ibu haji hehehe ….

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: muahaha… mengentengken janji itu memang berbahaya.

  14. Santri Gundhul mengatakan:

    Halah….
    Jangan2 bang DAMIN ni PAMANNYA kan Jenang..wuuueeeeekkk..keks..keks..

    Lariiiiiiiiiiiii…tautut sama Songkoknya bang Damin.

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he he… coba liat tautan di atas, kang. yg ada di sini belom seberapa.😀

  15. Alex© mengatakan:

    *ngakak liat balihonya*😆

    Ada-ada saja, ah. Pakai smiley, gitu?:mrgreen:

    Makin banyak baliho kocak menjelang candu bernama pemilu ini😀

    Eh ya, ada partai baru juga itu, yang lebih emosional dan menggairahkan😛

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: yoi udah liat tuh partai film syur. banyak lho plesetan partai gitu.😛

  16. accan mengatakan:

    Salam… 😀

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: salam juga. makasih udah mampir.

  17. Yari NK mengatakan:

    Emang kalau ada emoticon-nya nanti, ada caleg yang mau pasang emoticon yang seperti ini: ——->:mrgreen: ??

    Lha entar disangka nggak serius dong….😛

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: emang kalo liat baliho itu kan gak serius orangnya….👿

  18. tomyarjunanto mengatakan:

    emosi berganti-ganti seiring rahsaning ati

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: boljug tuh bikin baliho emotikon semua.😀

  19. illuminationis mengatakan:

    tautannya ga bisa dibuka👿

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: bisa kok… mungkin sempet mati bentar.🙂

  20. Ngabehi K.M mengatakan:

    rata2 di atas foto sang caleg dipajang ketua umum partai, kok belum ada ya yg masang gambar pak tani, orang ngemis, atau biar lebih heboh artis cantik nan seksi berbikini diatas sang caleg, he he

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he he… kalo mo jualan mending sekalian aja, ya. emang dasarnya mo cari penghasilan aja sih.

  21. illuminationis mengatakan:

    hehehe iya bisa dibuka sekarang😎

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: manstap tuh update terus…

  22. SufiMuda mengatakan:

    Keren nich,🙂
    Kang, gmana cara nyisipin emoicon ke dalam tulisan?

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: upload dulu aja di blog, trus dipasang di posting. kalo mo pake yg ini juga boleh.

  23. kangBoed mengatakan:

    waaaaah pada kemana yaaa balihonya dah bersiiih… kenapa gaaak di ganti gambar orang streees hampiiir gilaaaaaaaaa…. hahahaha…
    Salam Sayang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: