Reklusif

Menyepi, menyendiri, menepi dari hiruk-pikuk lingkungan baik secara fisik maupun mental adalah wajar.

Usual Storyline

Orang yang tak suka bersosialisasi dengan sesamanya, para penyendiri, sering dilabel sebagai kurang sehat mentalnya, sakit psikis kronik, yang dekat dengan kebiasaan depresif dan potensial mendorong aksi bunuh diri. Namun, gaya hidup reklusif ala rahib sebenarnya tak selalu seperti yang dilabelkan, dan bukan pula karena merasa takut atau traumatik dengan kerumunan sosial, bisa jadi mereka hanya enggan berpura- pura bahagia bergaul, dan mengalami kebosanan dengan interaksi sosial sesama manusia, yang seringkali sarat dengan manipulasi perilaku dan sarat intrik halus, basa basi hanya demi agar bisa diterima dalam sebuah lingkaran pergaulan.

Taruhlah dalam sebuah wilayah perkampungan di pinggiran kota, dengan jumlah penduduk 20 orang, berapa kali peluang terjadi kontak komunikasi pertemuan antar sesama penduduk yang berbeda, dan tidak terjadi perulangan, dalam satu satuan waktu, misal perhari? Peluangnya ( 20.19)/2 atau ( 20!)/ 2( (20-2)!), yaitu 190 kali kontak, dan peluangnya akan semakin bertambah, dengan meningkatkan angka kepadatan penduduk, di sebuah kawasan…

Lihat pos aslinya 1.018 kata lagi

Perihal

Cuma seorang pengelana yang bebas berkeliaran.

Ditulis dalam Umum
2 comments on “Reklusif
  1. illuminationis mengatakan:

    wah yang nulis termasuk reklusif yang sudah lama bener menghilang dari dunia blog🙂

  2. S™J mengatakan:

    Anu, saya dapet tautan itu dari facebook. Ada bloher serius satu itu:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: