Takhayul

Orang lahir ke dunia itu mengalami dulu, baru belajar menalar soal apa yang telah dialaminya. Tapi manusia bisa mencipta realitas baru, yang dilahirkan lewat imajinasi. Jadi, (mungkin) logika induktif itu pengalaman dan pengamatan dulu baru dinalar, sedangkan deduktif adalah berimajinasi dulu lalu berusaha diwujudkan.

Usual Storyline

Ilmu Titimangsa Kejawen dan Ilmu Astrologi Tionghoa klasik menggunakan basis logika induktif sebagai metodologi membuat hipotesis. Determinan relasi ruang ( geografis, topologis) dan waktu ( bulan, hari, tahun) didata, keduanya adalah pola alam, lalu determinan relasi manusia ( kelahiran, kematian, laba, rugi) juga didata. Dalam ruang tertentu ( wilayah kerajaan), waktu tertentu ( dasawarsa/ windu), data fenomena alam digabungkan dengan data fenomena relasi manusia, lalu dibuat hipotesis bernama Pranata Mangsa dan Feng Shui/ Hong Shui, itu basisnya statistik klasik.

Pedoman itu punya probabilitas liyan/ pencilan/ outliers. Formula akan berubah saat determinan berubah, jika berpindah dimensi ruang/ waktu ( migasi) dan ada manusia pemegang otoritas yang berinovasi memihak ke data pencilan/ outliers.

Logika induktif juga potensial dipakai untuk membuat agama ( religion) baru, karena menyangkut sistem tata kelola komunal.

Logika deduktif dimulai dari hipotesis lalu memunculkan fakta baru, logika ini dipakai oleh disiplin matematika, logika yang menciptakan realitas baru, karena matematika…

Lihat pos aslinya 483 kata lagi

Perihal

Cuma seorang pengelana yang bebas berkeliaran.

Ditulis dalam Umum

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: