Arsip Blog

Telusur Sejarah Aksara Jawa

Carakan atau disebut juga Dentawyanjana adalah sistem penulisan tradisional masyarakat Jawa, Sunda, dan Bali. Sebagai sistem tutur, bahasa Jawa dipakai setidaknya oleh sekitar 150 juta jiwa di seluruh dunia. Sayangnya, kini hanya sedikit orang Jawa yang masih tahu dan menggunakan Carakan untuk menulis bahasa ibu mereka.

Tagged with: , ,
Ditulis dalam Renungan, Umum

Selamat Hari Ibu

*update dulu biar nggak dikira hiatus

Ditulis dalam Pengalaman, Renungan, Selingan, Umum

Bertahan Hidup vs Mengejar Impian

Bakat konon perlu dikembangkan sedini mungkin. Namun, ternyata tak semua orang sukses menemukan minat dan bakatnya sejak usia dini. Contohnya Eddie Van Halen atau lengkapnya Edward Lodewijk “Eddie” Van Halen.

Ditulis dalam Pemikiran, Pengalaman, Pengamatan, Renungan, Selingan, Umum

Siapa Tidak Menyembah?

‘Nyembah Gusti kuwi sak wayah-wayah’ (menyembah Tuhan itu bisa sepanjang waktu). Itu adalah ungkapan yang sering saya dengar sejak kecil. Kebetulan saya menemukan salah satu isi blog Mas Ngabehi soal menyembah menurut Ki Suryomentaram beberapa waktu yang lalu. Di situ

Ditulis dalam Pemikiran, Pengamatan, Renungan, Umum

Mengenal Diri: Gagasan, Persepsi, dan Realitas

“Orang sering mengalami kesulitan karena tidak mengerti diri sendiri. Kesulitan tersebut dapat diselesaikan bila orang mengerti diri sendiri. Maka, mengetahui diri sendiri dapat menyelesaikan berbagai macam kesulitan.” – Ki Suryomentaram

Ditulis dalam Pemikiran, Pengalaman, Pengamatan, Renungan, Umum

Menghargai Sebuah Penghargaan

Ini posting jawaban yang basi banget sebetulnya. Ceritanya saya adalah salah satu peraih penghargaan dari blog tetangga. Berhubung sedang sok sibuk dengan urusan kehidupan nyata, baru kali ini bisa menjawab. Sekalian saja saya buat menjadi posting napak tilas blog yang

Ditulis dalam Pemikiran, Pengalaman, Pengamatan, Renungan, Umum

Redakan Marah dengan Mawas Diri (Copas)

Marah adalah salah satu bentuk emosi negatif. Itu sebabnya kita perlu memiliki keterampilan meredakan rasa marah. Selain meredakan marah secara fisiologis, langkah lain yang bijaksana adalah mawas diri. Secara tradisional hal ini diajarkan oleh Ki Ageng Suryomentaram.

Ditulis dalam Filsafat, Pemikiran, Pengamatan, Renungan, Umum