Menghargai Sebuah Penghargaan

Ini posting jawaban yang basi banget sebetulnya. Ceritanya saya adalah salah satu peraih penghargaan dari blog tetangga. Berhubung sedang sok sibuk dengan urusan kehidupan nyata, baru kali ini bisa menjawab. Sekalian saja saya buat menjadi posting napak tilas blog yang sudah berumur setahun lebih sedikit ini. Tidak pas juga karena hari lahirnya di pertengahan Desember. Tidak apa-apalah, toh katanya lebih baik terlambat ketimbang absen.

1. Dari mana blog kalian berasal?

Saya juga memahaminya seperti mbak Illuminationis (kalau benar memang mbak), kayaknya yang dimaksud arti nama blognya. Niatnya sih untuk sarana belajar menulis. Beberapa waktu sebelum membuat catatan sendiri saya sering jalan-jalan, salah satunya ke blog Sebuah Perjalanan. Dari situlah asal namanya, dengan mengganti “Sebuah” menjadi “Halte”. Maksudnya sebagai tempat menyampaikan apa yang bisa saya sampaikan. Posting pertama masih katrok sangat, bicara soal awal yang tidak jelas.

2. Kapan dilahirkan blog kalian?

Blog ini lahir pada malam Jumat, 13 Desember 2007. Posting pertama sebetulnya berasal dari blog sebelumnya, tapi langsung ditutup karena ternyata tempatnya tidak asyik *apa sih?*. Makanya, langsung ada tulisan lagi soal malam Jumat pada tanggal yang sama.

3. Kesulitan apa saja yang ada saat membuat blog kalian?

Tadinya sih hanya menuliskan sesuai dengan apa yang saya ingat. Soal ajaran kejawen yang pernah saya dapat seperti perhitungan hari baik. Tapi, lama-lama ingin menambahkan juga sejumlah referensi, meski kebanyakan malah membuat tulisan saya makin mistis. Tapi tidak semua sih, ada tulisan soal sepakbola juga kok.

4. Mengapa membahas topik yang kalian bahas sekarang?

Mengapa? Tentunya oleh karena. Karena saya adalah Siti Jenang dong, seorang pengamat amatir falsafah Jawa. Pernah juga mencoba membuat cerita pendek, tapi sepertinya terlalu sulit buat saya. Ada sisi yang rada idealis juga sebenarnya. Saya melihat sejumlah titik temu ajaran kejawen dengan agama-agama yang telas beredar di Nusantara. Sepertinya memang para leluhur suka mengambil pelajaran dari berbagai perspektif, meski sebagian diimpor dari negeri yang menjadi musuh mereka.

5. Kenapa tampilan blog kalian menggunakan template itu?

Lagi-lagi karena. Karena saya punya selera dong…๐Ÿ˜Ž

6. Apa yang pertama kalian lakukan saat blog kalian baru jadi?

Seperti umumnya blogger barangkali, membuka-buka halaman administrasi blog dan memilih tema. Lalu, belajar dari dua blogger yang saya jadikan guru serta anutan dalam menulis. Mereka adalah Pak Ersis dengan teori menulisnya dan Pak Sawali dengan catatan sastranya. Nah, kalau mesti membagi penghargaan kepada blogger lain, jelaslah siapa yang bakal saya pilih: Pak Ersis WA dan Pak Sawali Tuhusetya.

OK, cukup sekian saja. Dengan demikian tunailah *haiyah* tugas saya. Terimakasih lagi untuk penghargaannya.

sembah

Perihal

Cuma seorang pengelana yang bebas berkeliaran.

Ditulis dalam Pemikiran, Pengalaman, Pengamatan, Renungan, Umum
16 comments on “Menghargai Sebuah Penghargaan
  1. illuminationis mengatakan:

    wah udah ga sok sibuk sekarang ceritanya:mrgreen:

    P.S.: ada yg panggil Mbak, Mas, Bro, Suhu (hah?), apapun itu, selama bisa diajak diskusi asik, ga penting kok buat saya!

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: muahaha… sama sih. saya juga ada yg panggil pakde, eyang, kyai, dll.

  2. marsudiyanto mengatakan:

    Menghargai penghargaan itu kewajiban…
    Mengomentari postingan adalah kemanusiaan…

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: he he… ya, betul!๐Ÿ˜Ž

  3. tomy mengatakan:

    halo Mas Siti *kayaknya enakkan Mbak Siti๐Ÿ˜Ž
    salam karaharjan kagem sagung brayat:mrgreen: lagi bingung mo komen apa bukan hendak nyampah tapi sebuah penghargaan buat seorang teman mengomentari postingan adalah penghargaan.

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: he he he… boleh aja sih buat makin mengaburkan identitas. setuju dah…๐Ÿ˜Ž

  4. Santri Gundhul mengatakan:

    Lah…lah…
    Ternyata Guru Pitudhuh yang aku pake panutan kok sama yah??? Pak Eris Wirmansyah Abbas dan pak Sawali Tuhu Setyo. Pak Ersis memberikan semangat buat saya bahwa MENULIS ITU MUDAH. Lah pak Sawali yg kenthal benget dengan AJARAN URIP lewat kisah Wayangnya membuat saya terinspirasi menulis juga.

    Lah klu Kang Jenang noh…
    Yang termasuk Guruku juga yg selalu memompa semangat aku dengan menggeret di WordPress yang ternyata gaungnya lebih KOMUNIKATIF ketimbang Gubug lamaku di Blogspot.

    Sungkem dulu sama pak Guru Siti Jenang…
    Mundhuk-mundhuk…ngrebut Serandhal…haaaaaa

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: muahahaha… iya ya… dulu mingsih di blogspot sepi gak jelas gitu.๐Ÿ˜€ *untung srandhal pinjeman*

  5. abee mengatakan:

    wah….moga ajah tetap semangat ngeblog!

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: semangat sih tetep… thx.

  6. frozen mengatakan:

    ๐Ÿ˜ฏ
    Astaghfirullah! Iya, saya baru ingat kalau saya juga salah satu di antara blogger yang mendapat kehormatan ini dari (mbak/mas/bu/pak) Illuminationis!

    Waduh…๐Ÿ˜•

    *Ndharakku awakku wis mati patitis, tiwas nulis pernyataan mandek soko nulis nang blog. Iki artine aku isih nduwe utang iki. Padahal simbok wis anti-anti yen urip iku aja lali marang kabecikaning liyan. Plis, gip mi sam adpis, Mas Jenang๐Ÿ˜•

    Tembusan jarak jauh:
    Mbak/mas/bu/pak iluminationis, saya agak telat gak apa-apa yaaa…

    *sumpah baru inget*๐Ÿ˜•

  7. frozen mengatakan:

    Maap mas jenang, tolong kata “mas”, “bu”, dan “pak” di atas di-strike, dihapus sekalian lebih baik. Sebab feeling saya mengatakan kalau yang tepat itu memang “Mbak”.

    Sekian.

    Maap ngrepotin.

    Monggo…

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: santai wae karo nonton ‘pimp my ride jawa’:mrgreen:

  8. zal mengatakan:

    ::rasanya sampeyan belum mematok harga penghargaan itu.., lha wes tak moco kabeh nggga ono hargane koh…, yo piro…hergane… ? ๐Ÿ™‚

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: he he he… sukarela aja dong. lha kalo jualan baru matok harga.:mrgreen:

  9. illuminationis mengatakan:

    @ frozen
    modus dugaanmu pake metoda feeling, atau metoda chatting semalam suntuk dengan salah satu blogger pengunjung blog ini?๐Ÿ˜•

  10. frozen mengatakan:

    ^
    saya mendapat keterangan kuat murni dari salah satu blog, bukan hasil chatting 8)

    Maaf kalau dirasa mengganggu dengan penyebutan apapun u_u

    Tapi omong2 soal utang award ini, Mas Gentole dan Bung Rudi juga pada belum tuh. Saya nunggu para imam itu duluan deh, kali saja bisa dapet inspirasi. u_u

    *ngeles*
    *digebuk*

  11. Tunggul Ametung mengatakan:

    wah belum punah juga ya tagging2 macam ini๐Ÿ˜ฎ

    *sarkas*

    *dipentung*

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: hussss… *menthung tunggul apenthung*๐Ÿ˜Ž

  12. lovepassword mengatakan:

    Ternyata di sini juga lagi ada acara membuat PR.๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚๐Ÿ™‚

    โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„โ–„
    SJ: ha ha ha… telat dua bulan pula.๐Ÿ˜›

  13. SufiMuda mengatakan:

    6 pertanyaan di atas kalau ditanya ke saya pasti tidak bisa terjawab semua๐Ÿ˜€

  14. […] yakni ketika saya menyambangi blog Halte Perjalanan dan saya melihat judul postingan bertajuk penghargaan yang dulu pernah saya baca. Ya. Award berantai dari an extraordinary woman, Mbak Shinta, dalam […]

  15. Sewa Projector Murah mengatakan:

    Sekecil apapun penghargaan yang kita dapat haru kita syukuri karena itulah kemampuan kita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: