Wayang Star Wars

Membaca tulisan Danalingga terbaru saya jadi teringat dongeng di sebuah sekuel film, yaitu Star Wars. Dalam jagad pewayangan karya George Lucas itu ada dua sisi berseberangan yang selalu saling berusaha mengalahkan, hitam dan putih. Sisi putih diwakili ksatria pinandita yang disebut Jedi, sedangkan di sisi sebaliknya ada Sith. Masing-masih punya falsafah hidup dan bisa dipastikan saling bertentangan. Katanya sih diambil dari ajaran Buddha.

Jedi (Putih)
There is no emotion; there is peace.
There is no ignorance; there is knowledge.
There is no passion; there is serenity.
There is no death; there is the Force*.

Sith (Hitam)
Peace is a lie, there is only passion.
Through passion, I gain strength.
Through strength, I gain power.
Through power, I gain victory.
Through victory, my chains are broken.
The Force* shall free me.

* Force di sini bisa dibilang Tuhan kalau dalam ajaran agama-agama pada umumnya.

Perihal

Cuma seorang pengelana yang bebas berkeliaran.

Ditulis dalam Filsafat, Khayalan, Pengamatan, Renungan, Umum
38 comments on “Wayang Star Wars
  1. ami mengatakan:

    pilihannya ada 3, piye maksude? kejawen iku melu sing endhi, putih ato hitam ato punya warna sendiri to? salam

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he he… ya, warna sendiri walaupun mungkin memper yg Jedi. salam juga.

  2. Ngabehi K.M mengatakan:

    Kalu saya kok pilih jadi jurinya saja…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: Sri Kresna kalo gitu.😀

  3. *hari mengatakan:

    voting sementara kejawen yg menang…

    *komentar yg maksa😆

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he he… mungkin karena ada efek Sang Hyang Wenang.

  4. Ndoro Seten mengatakan:

    lha dalange sopo?

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: panjenenganipun Ki George Lucas.

  5. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    walah, baru tahu kalau ada wayang satar wars, hiks. perang bharata yudhanya rame nggak, mas jenang? duh, itu item vote-nya imbang nggak sih, mas, ada si putih (jedi), si hitam (sith), dan kejawen, hiks, apa memang kejawen itu abu2 toh, mas.

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: kejawen kan menganut keselarasan, pak. tidak mengalahkan si hitam, tapi mengendalikan😎

  6. gentole mengatakan:

    kenapa yah saya kok lebih condong ke sith.

    kenapa yah?

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: jawabnya ada di dalam diri sepertinya… *halah-halah*:mrgreen:

  7. qzink666 mengatakan:

    Pengennya sih milih Jedi, apalah daya hati saya lebih condong ke Sith..
    Duh…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: kejawen aja..😀

  8. frozen mengatakan:

    *baca dua komen di atas*😆
    kadang jujur tidak melulu menyakitkan ya, malah rasanya lega…
    yeah, katakan “tidak” pada Jedi, sebab jedi itu haram hukumnya😆
    *nggak fokus*
    *coblos nomor urut 2 dengan bangga*
    *ngeloyor*

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: Jedi dan Sith mungkin juga persona.:mrgreen:

  9. C4ndra mengatakan:

    eh..eh….eh.., kenapa sith dan jedi ketemu pada satu kata kunci ‘force’…?
    katanya sih force itu sekedar manifestasi bukan esensi..

    jadi mumet deh…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: setahu saya malah kedua pihak tahu bahwa force adalah esensi. bedanya, kalo jedi ingin melayani force, sedangkan sith menganggap force adalah pelayan.

  10. adipati kademangan mengatakan:

    heh .. ndak ada yang milih jedi ?

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: terlalu ideal kayaknya, mending kejawen saja (keselarasan).😎

  11. marsudiyanto mengatakan:

    Kalau Kresna itu juri yang ndak adil. Mending sekalian Baladewa.
    Dari wajahnya, Kresna itu hitam lho Mas. Kalau konsisten2an tetep Baladewa. makanya senjatanya saya abadikan jadi nama anak saya, FAIZ NENGGALA. (katanya, Faiz = kemenangan, Nenggala kan senjata. Faiz Nenggala saya maksudkan sebagai senjata buat capai kemenangan)

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: bukannya Kresna paham skenario dasarnya, Putih harus menundukkan Hitam? tinggal prosesnya aja lewat mana. tapi Baladewa mungkin bisa juga.

  12. marsudiyanto mengatakan:

    Ini Halte apa ada di Australi ya. Jaraknya kok jauh amat. Ibaratnya dari Anyer sampai Panarukan baru ada 1 halte. Nunggunya luama banget.

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he he… alon-alon waton sempet..:mrgreen:

  13. illuminationis mengatakan:

    ehm ehm… saya milih Yoda! mukanya lucu sih😎

    *lho kok ga ada di poll?!?*

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: gak bisa dong. Yoda itu kan Jedi juga.

  14. danalingga mengatakan:

    Saya milih jadi dalang aja.

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: Sri Kresna juga dong, berarti kejawen.:mrgreen:

  15. illuminationis mengatakan:

    saya ga setuju dengan (semua) kata-kata baik Jedi maupun Sith. Kalo Kejawen, bukan daerah main saya, jadi ga bisa milih juga.

    Saya menolak pernyataan Jedi bahwa tidak ada emotion, passion, ignorance dan death.

    Emosi ada, belajar kenali emosimu (mind) jika ingin mengecap peace. Ignorance ada, maka perlu knowledge (a.k.a. brahmavid, the Highest knowledge) untuk membebaskan diri dari ignorance. Passion ada, tapi bukan untuk diumbar, kalo dikontrol maka bisa kenal serenity. Death is real, every moment arises and passes away, that’s the principle of death.

    Apa itu Force? (selanjutnya Force disingkat sebagai F)
    Apakah F selalu ada (memiliki inherent existence) atau tergantung pada hal lain (non-existence)? Kalau F selalu ada, maka F tidak terciptakan dan tidak akan pernah punah. Di lain pihak, sesuatu yang selalu ada tidak bisa menyebabkan hal lain supaya ada (cause-effect relationship). Karena semua hal yang menjadi cause-effect kenal prinsip arising-and-passing-away. Jika mau menjadi cause, maka dia tidak bisa selalu ada. Hal yang menjadi cause mengandung effect di dalam dirinya sendiri, kasus sebab-akibat yang membuat effect manifes cuma bisa terjadi jika potensi efek sudah ada dalam cause.

    Andai F mau klaim bahwa F bisa menciptakan effect, berarti effect laten sudah ada dalam F. Tapi jika F memiliki inherent existence, dia tidak bisa membawa effect dalam manifestasi karena tidak berlaku hukum arising-and-passing-away. Jika masih mau ngotot F punya kemampuan menciptakan effect, maka sebetulnya effect sendiri tidak bisa dikatakan sebagai effect karena effect sudah selalu ada dalam F. Just like F, effect always is.

    Akhirnya proses penciptaan itu sendiri dinegasi.

    *Hasil mumet baca Mulamadhyamakakarika*

    Kayaknya saya perlu bikin posting sendiri buat bahas topik ini:mrgreen:

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: Jedi kayaknya semacam kesadaran malaikat deh, sedangkan Sith mewakiki kesadaran setan. jadi, pilihan ketiga mestinya manusia aja ngkali…😀

  16. Herianto mengatakan:

    Eh ada fasilitas vote begini ya di WP, cakep ya 😆
    Aku milih yg gak banyak dipilih aja ya, untuk menjaga keseimbangan alam:mrgreen:

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: kalo gitu mestinya ada pilihan utk timbangan juga…😀

  17. indra1082 mengatakan:

    weleh, kok jadi kejawen sih… malah jadi bingung saya, hehehehe

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he… dah lama gak ke sini.

  18. Yari NK mengatakan:

    Aku milih KeJawen, soalnya jawabannya juga maksa seh!:mrgreen:

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: saya berhasil berarti…😎

  19. abeeayang mengatakan:

    kejawen abu-abu keknyah… 😀

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: bukan… tapi selaras *halah*:mrgreen:

  20. tomyarjunanto mengatakan:

    aku milih Nimas Dudul Mendut wae lah:mrgreen:

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: bukannya didudul mental-mentul…😛

  21. agorsiloku mengatakan:

    Lha.. kejawen tokohne piye… nang setengah jedi sebelah sith?…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: tokoh manusia sejati… muahaha

  22. zal mengatakan:

    :::he..he…keduanya ternyata menemukan titik yang sama, bernama kebebasan…. lho koq ketemunya kejawen yak…🙂

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: kan keselaran, zal.

  23. Hayya … menikmati lebih nyaman dari memikirkan he he

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ:😎

  24. ardianzzz mengatakan:

    nggak setuju kalau hitam dan putih.. kesannya terlalu rasis…
    hmmm udah bosan sama dualisme…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: sip, kejawen berarti?:mrgreen:

  25. dutabenjeng mengatakan:

    ceritanya kayak jiplak wayang jowo ae dul…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: emang… kayakna ngambil inspirasi dari sini.

  26. berusaha mandiri mengatakan:

    Wayang versi star wars, yang versi kelir (Jawa) juga asyik koq…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: ya, betul… cuma buat anak jaman sekarang *halah* starwars lebih keren.

  27. langitjiwa mengatakan:

    hallo, sobat. aku hanya ingin mengucapkan ; selamat malam kepadamu, sdh lama aku tdk singgah di rumah tapamu ini.
    Bagaimana kbhrnya.
    salamku.

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: baik-baik saja. salam juga.

  28. mengejaperistiwa mengatakan:

    bagi saya warna-warna itu sering tak jelas.. yang putih penuh bercak noda darah, yang hitam juga tampak berkilauan..

    *halah komentku juga gak jelas sepertinya*

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: katanya kan hanya dengan diam / hening segala sesuatu tampak kian jelas.

  29. mujahidahwanita mengatakan:

    Putih hitam…..saya rasa keduanya saling berhubungan….

    Kalau tidak ada si hitam bagaimana si putih bisa terlihat putih

    Kalau tidak ada si putih bagaimana si hitam bisa terlihat hitam

    :smile:

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: ya, sebagai pembanding lah…😎

  30. sabdalangit mengatakan:

    KUla Nuwun Mas Siti Jenang…
    senang membaca refleksi yg mendalam
    Nderek ngangsu kawruh njih…

    Kejawen menurut pengamatan saya menyediakan jalan pada siapapun untuk secara tepat menjatuhkan satu pilihan di antara dua persimpangan jalan itu.
    menghayati kejawen dgn sungguh2, akan membawa seseorang berada pada pilihan yg pener, pas, dan berada dalam jalur Hyang Widhi, Hyang Mahasuci.
    KEJAWEN merupakan salah satu Jalan meraih yg PUTIH.

    Rahayu

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: ini cuma nemu di internet aja sih, mas. setuju, kejawen seperti belajar menghayati peran hidup. caranya tentu dengan kenal diri lalu Gustinya dulu…

  31. ngelanturboy mengatakan:

    hitam tak bisa disebut hitam tanpa putih,
    dan putih tak bisa disebut putih tanpa hitam.

    *emang kayak gitu yak??*
    jadi ngerasa aneh sendiri..

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ:😛

  32. scouteng mengatakan:

    sayang gak pernah nonton star wars

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: nonton lah sekali-sekali… bajakan banyak kan😀

  33. tomyarjunanto mengatakan:

    SUGENG WARSA ENGGAL KANG SITI JENANG
    HAYU RAHAYU KANG SAMYA KETEMU

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: sugeng warsa enggal ugi.

  34. suwung mengatakan:

    tetep milih soewoeng
    amargo soewoeng iku dalan uripku

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: he he he… soewoeng always…

  35. adit mengatakan:

    semua sith dulunya pernah jd jedi loh …… gak ada yg tiba2 bisa jadi sith tanpa jadi jedi terlebih dahulu

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: ya, sejarahnya emang begitu sih dari expanded universe. eh, tapi muridnya Count Dooku?

  36. kangBoed mengatakan:

    he… he… dualitas harus menjadi unity kesatuan, seperti sepasang kekasih harus dipersatukan dalam jenjang pernikahan, bukan lagi dua tapi satu adanya. susah senang, kuat lemah, lenyap yang ada sejatinya diri susah hanya senyum, senang pun cuma tersenyum…… he he mungkin gitu ya mas jenang
    salam kenal 2x he he he belum disapa nih tamunya mas wong cilik

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: ya, teorinya begitu… dua-duanya adalah keniscayaan.

  37. Mazadjie mengatakan:

    Star war koq kaya Taichi ya, putih dan hitam melingkar lingkar tak terpisahkan tapi juga tak menyatu, dua dua nya mesti exist (kaya yang dibilang saudariku mujahidahwanita), tak berbenturan tapi juga tak menyatu, anehnya hitam ada didalamnya putih dan putih ada didalamnya hitam, lhah.. koq malah jadi ruwet. al mbuleti.
    kayaknya mesti nyuwung dulu di awang uwung deh….
    salam kenal mas jenang dan semua nya

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: di dalam gerak ada diam, tapi dalam diam pun ada gerakan.

  38. Lelouch Lamperouge mengatakan:

    menurut saya, pertanyaan semacam ini sepatutnya disodorkan kepada Mas Hayden Christiansen alias Anakin Skywalker, jedi pembelot yang akhirnya memilih dark force, sehingga disah kan oleh Darth Sidious sebagai Darth Vader…

    karena hitam belum tentu selamanya hitam, dia butuh cahaya untuk meluruhkan hitamnya menjadi putih…

    mungkin dalam saga Star Wars luruhnya ‘hitam’ pada diri Darth Vader adalah cintanya kepada Luke Skywalker; sang anak…

    ▄▄▄▄▄▄
    SJ: ya, betul. sayangnya penggambaran soal pembelotan Anakin terlalu singkat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: