Ketika Si Mbah Memberi Petuah

Waktu kecil saya sering menginap di rumah Si Mbah perempuan dari ibu. Sejauh yang saya ingat, beliau punya kebiasaan agak unik. Bila memasak makanan pasti rasanya enak. Tapi, selalu saja dalam jumlah yang tidak pernah banyak. Banyak yang mengira bahwa perilaku seperti itu berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Maksudnya, setelah ditinggal almarhum Mbah lanang (laki-laki), dia hanya tinggal sendiri ditemani dengan pembantu. Sementara itu, anak-anaknya sudah tinggal di tempat lain.

Padahal, saya dan beberapa cucu lainnya ketika itu sering mampir. Mungkin nyaris tiap hari dan selalu minta makan. Selera makan kami kebetulan berlebih dan cenderung “rakus”. He he he… Jadi, tiap kali kami datangi, makanan selalu habis dan bahkan merasa kurang sampai harus membeli di warung seberang.

Suatu kali, makanan yang disajikan tiba-tiba kurang mengundang selera, setelah saya cicipi tentunya. Saya protes, “Mbah, makanannya gak enak. Siapa nih yang masak?” Kira-kira begitu. Di situlah saya menerima wejangan khas Jawa jaman baheula, “Mangan kuwi lawuhe luwe. Nek wis luwe mesti geleme.” Tafsir bebasnya: Lapar itu (seperti) lauknya makan. Kalau sudah lapar pasti mau makan. *Halah basi!*

Sebagai anak kecil penakut saya hanya bisa diam dan menurut. Soalnya, ada rasa hormat dan sedikit campuran takut juga. Wejangan serupa ternyata sempat juga disampaikan mendiang ibu saya. Dalam kejadian yang hampir serupa. Saya ogah makan karena lauknya tidak enak. Namun, kali itu sambil dimarahi, meski diberi wejangan tambahan soal rasa syukur. “Makanan gak enak kok disuruh makan juga. Kebiasaan yang aneh,” kata saya bersikeras dalam hati.Tapi, setelah saya pikir-pikir, barangkali karena itu badan beliau selalu ramping sejak masih belia. Mereka berdua (suami-istri) awet sehat dan panjang usia. Bahkan, Mbah perempuan saya masih tetap bugar menjelang tutup usia, yang kalau tidak salah lewat 90 tahun masehi.

Singkat cerita, suatu ketika, setelah beranjak dewasa, saya mendapati bahwa apa yang mereka katakan adalah sebuah petuah kuno. Ternyata, falsafah soal makanan itu baru sebagian saja. Ajaran leluhur tersebut menekankan perlunya menjadi pelit dalam tiga hal, yaitu pelit makan, pelit tidur, dan pelit hubungan suami-istri. Tadinya saya pikir tiga hal itu adalah ajaran biasa soal penghematan dan pembatasan saja.

Pelit makan saya artikan sebagai ajaran untuk tidak melakukan pemborosan. Makanan harus habis supaya tidak mubazir. Lalu, pelit tidur mengajarkan supaya manusia bisa banyak menangkap informasi tambahan atau saling menjaga keamanan. Soalnya, ketika orang lain tidur, kita masih tetap waspada dan bisa mengawasi lingkungan juga. Sementara itu, pelit hubungan suami-istri hanyalah upaya orang jaman dulu untuk membatasi kelahiran atau populasi. Ternyata, di kemudian hari ada wawasan lainnya. Tiga hal itu punya maksud yang lebih mendalam serta saling berkaitan.

Seperti dalam tulisan terdahulu, orang Jawa kuno meyakini manusia adalah makhluk yang eksis dalam berbagai dimensi. Jasad manusia sangat dipengaruhi oleh hawa (nafsu rendahan). Hawa diibaratkan seperti ruang hampa tak bertepi. Pada dasarnya hawa *katanya* sifatnya selalu “terbuka” seperti lubang hitam di alam semesta. Menyedot apapun untuk memenuhi hasratnya. Kepuasan ragawi sifatnya hanya sementara, seperti sebuah ilusi. Di lain waktu ia bakal meminta, menyedot, dan menghisap apa saja tanpa pernah merasa cukup.

Menahan rasa lapar katanya bertujuan menguji diri sendiri. Kalau keinginan perut masih bisa mengganggu, berarti jiwa seseorang cenderung terbawa ke alam hawa. Sebaliknya, bila rasa lapar bisa dikendalikan, artinya jiwa sudah mulai mandiri. Ada juga yang bilang saat puasa misalnya, manusia bisa belajar meningkatkan kepekaan sosial. Orang yang lapar lebih peka ketika melihat kesulitan dan penderitaan orang lain. Dengan begitu, rasa lapar dapat diarahkan untuk menumbuhkan rasa solidaritas.

Rasa lapar juga berkaitan dengan wejangan nomor dua, yaitu pelit tidur. Tidur biasanya diawali rasa kantuk. Mengantuk menurut orang Jawa kuno juga salah satu sifat hawa yang harus dikendalikan. Soalnya, orang yang kenyang (apalagi kekenyangan) sangat mudah mengantuk. Karena itu, salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan rasa lapar. Maksudnya supaya tetap terjaga, sadar, dan waspada. Hal ini berkaitan dengan pemahaman bahwa setan sesungguhnya tidak pernah tertidur. Makanya, manusia juga diharapkan lebih memperbanyak waktu sadarnya. Pun berkaitan dengan sukma yang juga tidak pernah mengantuk. Jadi, bisa dianggap upaya berlatih menyelaraskan raga dengan kondisi sukma yang selalu terjaga. Dengan harapan kesadaran sukma bisa mengendalikan serta menjaga kendaraannya di dunia.

Terakhir adalah pelit hubungan suami-istri. Hmmm… agak susah nih… he he he… apalagi seperti saya yang belum lama menikah. *Gleepppaak!* Namun, saya tetap diberi wejangan soal ini. Pada dasarnya, *katanya nih* hasrat seksual juga menjadi salah satu bagian hawa dan pintu masuk setan ke dalam jiwa manusia. Meskipun bersatus resmi (makanya disebut saresmi) pun, hubungan suami-istri *katanya lagi dong* dapat menurunkan kualitas kesadaran dan kewaspadaan manusia terhadap situasi di sekitarnya. Pandangan ini juga terkait dengan kebiasaan manusia untuk melakukan hal yang satu ini di malam hari. Malam bagi orang Jawa pun dianggap saat yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan. Masalahnya, Tuhan Maha Suci, karenanya hanya bisa didekati dalam keadaan “suci”, *kalau bisa* di malam yang suci, dan dengan kesadaran yang tinggi. Hal tersebut *katanya* lebih sulit dilakukan dengan baik (khusuk) kalau sebelumnya telah melakukan hubungan intim.

Kira-kira begitulah petuah Si Mbah. Kalau saya sih masih doyan makan dan tidur. Soal yang nomor tiga… tentunya bukan urusan Anda! *Muahahaha..*

=====================

Catatan:

Sejak mulai menulis dalam dunia blogsphere, sudah banyak julukan yang dialamatkan kepada saya. Sejauh ini hampir semua tidak pantas saya sandang. Terlalu tua, tinggi, mewah, atau yang lainnya. Sesuai dengan judul blog, Halte Perjalanan, penunggu situs hanyalah suara anonim saja. Karena itu, saya sarankan untuk memanggil saya dengan julukan yang biasa saja. Mas, Pak, Pakde, atau Mbah masih OK. Selebihnya mungkin bisa menimbulkan dugaan yang bukan-bukan.

Perihal

Cuma seorang pengelana yang bebas berkeliaran.

Ditulis dalam Pemikiran, Pengalaman, Pengamatan, Umum
39 comments on “Ketika Si Mbah Memberi Petuah
  1. Goenawan Lee mengatakan:

    Mbah…:mrgreen:
    Kalo zaman sekarang ndak ada pelit hubungan suami-istri to’? Kan ada….kon…dom…dan semacamnya.😆
    Lagipula kan ndak harus malam… Wekekeee…😆

    *dibakar massa*

    -> lha makanya Anda lihat sendiri kondisi negeri ini.. muahahaha *kabbbooor*:mrgreen:

    • pak budi mengatakan:

      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 7X TERBUKTI TRIM’S ROO,MX SOBAT

      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 7X TERBUKTI TRIM’S ROO,MX SOBAT

      INGIN MERASAKAN KEMENANGAN DI DALAM BERMAIN TOGEL TLP KI ANGEN JALLO DI NMR (_0_8_5_2_8_3_7_9_0_4_4_4_) JIKA INGIN MENGUBAH NASIB KAMI SUDAH 7X TERBUKTI TRIM’S ROO,MX SOBAT

  2. Ram-Ram Muhammad mengatakan:

    Assalaamu ‘alaiku warahmaullahi wabaakaatuh.
    Wah, akhirnya tertunaikan dengan cepat janjinya buat nulis soal 3 pelit… Luar biasa Kyai Jenang ini (maaf, saya akan tetap memanggil begini, sebagai bentuk takdzim saya sama njenengan).

    Falsafahya patut direnungkan, dan saya kira setelah membaca penjabarannya,tidak ada yang berlawanan arus dengan nasihat agama.

    Pelit makan, seperti Kyai Jenang ulas adalah agar tidak melakukan pemborosan. Makna lebih dalamnya lagi adalah tidak berlebihan ketika makan. Bahkan Rasulullah SAW menghentikan santapnya ketika sedang nikmat-nikmatnya. Dalam sebuah hadist, Nabi menyatakan bahwa banyak makan menyebabkan besar perut (sumber utama beragam penyakit), besar perut menyebabkan banyak tidur, dan banyak tidur menyebabkan malas. Kita semua mafhum, bahwa penyakit malas adalah penyakit yang dapat menyebabkan terjegalnya manusia dalam mencapai kesuksesan.

    Pelit tidur dimaknai sebagai upaya menjaga kesadaran ruhani agar tetap terjaga dari tipu daya setan. Ah, saya sangat suka dengan falsafah ini kyai… Bukankah agama pun menganjurkan kita mendirikan salat tahajud di sepertiga malam?

    Nah, adapun soal pelit jima’ (berhubungan biologis) saya lebih memahaminya sebagai bentuk pengendalian terhadap ledakan syahwat agar tidak menyebabkan seorang manusia terjerumus ke dalam perzinahan, atau melakukan hubungan seksual dengan cara yang dilarang agama, sekalipun dilakukan dengan pasangan yang halal. Saya ingat sebuah hadist Nabi yang menyatakan, bahwa sekiranya kita bertemu atau melihat seorang wanita (yang bukan istri kita) lalu kemudian ada ketertarikan, atau menyebabkan dorongan syahwat, maka pulanglah segera dan “temui” istri kita. Kata beliau, sesungguhnya “kehormatan” (baca: kemaluan) itu sama saja. Mau yang cantik, kurang cantik, gemuk, ramping, kulitnya kuning langsat atau hitam, tetap saja “sama”.

    -> muahahaha… *minta cap lunas!* tuh kan ekuivalen lagi… silakan deh tetep manggil kyai. tapi, kalo ada yg mempermasalahkan, saya beri link ke blog situ aja (siapa tau gak tau orangnya lagi hiatus) 8) mantap nih rujukan tambahannya. terima kasih. nanti tugas negara bawa istri gak?:mrgreen: weh iya lupa salam… Salam Sejahtera. Semoga kita semua selalu disirami rahmah dan barokah yang berlimpah.

  3. antarpulau mengatakan:

    “……..Terakhir adalah pelit hubungan suami-istri. Hmmm… agak susah nih… he he he… apalagi seperti saya yang belum lama menikah. *Gleepppaak!*..”
    ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
    mohon maaf pak siti, saya mau nambahin » *Gleepppaak!* … *Gleepppaak!* …. *Gleepppaak!*….

    Hehehe… puas… puas… puas…..:mrgreen: *Gleepppaak!* …. *Gleepppaak!* …. *Gleepppaak!* ….

    Enak juga pak siti…:mrgreen:
    Lagi ah… Gleepppaak!*.. Gleepppaak!*… Gleepppaak!*…

    *Kaburrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr……………….*

    -> muahahaha… permisi bang… *Blettttttaaak!*

  4. tomy mengatakan:

    matur nuwun dah berbagi petuah Simbah🙂
    emang yang paling susah itu pasa cumbana, puasa berhubungan suami istri
    karena sebagai orang muda itu termasuk penyaluran kelebihan energi😳
    habis RASA yg paling enak ya itu rasane tekan sarandune awak : cleng, cumleng, cleleng, rasanira kalawan dewe *gleeppaak!!!*

    -> muahahaha… memang ngelmu sepuh susahnya di wilayah implementasi. kalo mbacot aja sih saya bisa…:mrgreen:

  5. Santri Gundhul mengatakan:

    Huueeee..lah..dhalah…
    Lumayan neh dapet TULARAN/BOCORAN Kaweruh Tuwo
    Gak uah jauh-jauh meguru neng Arab ritek, Kang jenang wis Dawuh nularake “Pitutur lan Pituduh ” soko AJARAN Leluhur bumi Nuswantoro kang luwih PAS di CITA RASA dengan LIDAH kita yang nota bene terlahir sebagai Anak Bangsa di bumi yang kita injak ini.
    Gleeeppaaakk…wadhuh…!! raiku kesampluk selendhange ” Kencono Rukmi ” Mblayu sipat kuping nggondhol Kaweruh anyar….beeeeerrr… kopat-kapit koyo manuk Branjangan…mabur aku Kang…

    -> mbargenjong… mbargenjong… asal jangan kesambet sundel bolong… *Gubrakk!*:mrgreen:

  6. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    “Mangan kuwi lawuhe luwe. Nek wis luwe mesti geleme.”

    idiom warisan orang tua kita itu, kalo menurutku loh mas jenang, pasemon buat mereka yang suka “rakus dan serakah”. *halah* idiom ini juga erat kaitannya dengan ungkapan: “sudanen dhahar lan guling”!

    -> ya, tepat. tapi, katanya kalo cuma dua dimasukkan ngelmu madya, buat orang semi-tua.

  7. hildalexander mengatakan:

    @Mbah Siti…..

    Kok banyak istilah-istilah Jawa yang gak saya mengerti. Koment-komentnya juga…..secara saya bukan orang Jawa….mungkin kalo ada translasinya saya bisa ikut ketawa kale ye…..

    -> biasa itu mbak. intinya pada terhambat ngelmu “kamasutra” Jawa… muahhaahahah *ddziiing…*

  8. bisaku mengatakan:

    “hasrat seksual juga menjadi salah satu bagian hawa dan pintu masuk setan ke dalam jiwa manusia”

    Tapi kalau tanpa itu, dunia akan serasa sangat hambar:mrgreen:
    Tapi inikan pendapat Jawa, kalau dalam ilmu hubungan sumtri modern – yang saya baca sih – minimal 2 hari sekali.

    * padahal belum punya istri👿 *

    -> hal-hal yang berkaitan dengan nomor tiga itu memang kategori ilmu tua. ilmu yang lebih mudah diterapkan oleh orang yang cukup tua, sudah mapan, matang, menghindari keduniawian. kalo pendapat minimal 2 hari sekali itu saya kira wajar, mengingat dari budaya macam apa teori tersebut berasal… *ddzziiig*:mrgreen:👿

  9. […] Halah…halah…apa lagi ini Bid’ah, Khurofat…wis embuh aku ra mudheng…Mungkin ada baiknya kita sama-sama merenungkan sebuah Petuah si Mbah […]

  10. daeng limpo mengatakan:

    Menurut saya pelit itu relatif pak, orang tua yang tidak ingin memanjakan anaknya dengan petimbangan tertentu. Oleh sang anak tentu dianggap pelit, namun bagi si Ortu itu adalah cara agar si anak dididik untuk dapat lebih mengendalikan keinginannya.
    Namun mengenai pelit dalam hubungan suami istri, anda dapat menyiasatinya pak kanjeng jadi kalau dalam sehari anda biasa main long time 12 ronde , mungkin anda bisa mempelajari suatu teknik bagaimana bisa mengKANVASKAN istri anda hanya dengan 3 ronde. Jadi kan nggak nampak pelit, wong istrinya di ronde ke 3 udah menyerah TKO. Wakakakakak

    -> muaahahahaha.. maksudnya memang mengendalikan. ok, saya pelajari usulan Anda.. *gabbrruuk!*😀

  11. daeng limpo mengatakan:

    Silahkan anda kontak saya full time 24 jam untuk konsultasi bagaimana menyiasati istri supaya suami tidak dianggap pelit dalam berhubungan intim.
    Tarifnya bayarkan saja pulsa internet saya satu bulan……wakakakakakak…..guyon…guyon

    -> muahahaha… lha anak saya kalo tidur masih minta ditemenin ibunya. ya *terpaksa* sekalian latian aja, meski kadang pusing juga *halah gassruuukkk!*

  12. gempur mengatakan:

    Saya tak ngangsu kawruh ke mbah maridjan dulu, ah! biar petuahnya tersimpan dalam memori saya.. tapi kapan yah?! hehehehehehe

    -> ke merapi hari gini kayaknya asik tuh, pak. 8)

  13. Hedwig™ mengatakan:

    Untuk urusan nomor tiga, saat malem, anak-anak minta tidur bareng di tempat tidur.. otomatis “pertarungan 12 ronde” ala daeng limpo tidak terjadi.

    Pindah keluar isin karo rewang🙂

    -> ya, sama dong.

  14. hadi arr mengatakan:

    untuk urusan no 1 dan 2 banyak yang bisa kali yaa, apalagi harga sembako semakin tinggi dan untuk itu orang harus berjuang nggak bisa leha-leha. Tapi untuk urusan no 3 yang agak susah kayanya palagi buat penganten baru pasti boros buanget. (coba deh nanti kalau udah punya) ahahaha, saya tunggu lagi disini ya Mbah.

    -> nah, itu dia pak. jangan-jangan negeri ini juga perlu belajar dari si mbah saya. no. 3 sih gak usah nunggu nanti… *halah*

  15. feezaa mengatakan:

    jadi inget nie… waktu aku kecil, aku tinggal di rumah kakek nenek,,, nenek ku jago masak, tapi beda ma nenek mu yang masaknya dikit2 klo nenek ku masaknya banyak2 ‘n enak banget (^_^)d
    jadi kangen nie… ma nenek

    -> cucunya lebih banyak kali… kangen juga…

  16. atapsenja mengatakan:

    Kita memang tidak seharusnya boros makanan. Karena masih banyak saudara2 kita yang kelaparan di luar sana.

    Wah, idiom Jawanya hebat benar ya. Baru tahu nih tentang “Mangan kuwi lawuhe luwe. Nek wis luwe mesti geleme.”

    -> saya kira pemikiran leluhur bangsa kita, apapun sukunya, sebenarnya banyak yang dalam maknanya. cuma, seiring perkembangan waktu, banyak mengalami pergeseran & pendangkalan makna. maklum, bahasanya sudah jarang dipakai. belum lagi promosi pemikiran dari luar tampaknya lebih gencar.

  17. regsa mengatakan:

    Pelit tidur saya juga sangat menyukainya Ki Guru (:mrgreen: ) tapi melekan di depan compie.. piye yo..?

    -> ya gak papa… tirakatan ala milenium ke-3 lah… 8)

  18. Arif Budiman mengatakan:

    Wehehe… Iya, sebenarnya itu saya juga sudah pernah mempelajarinya… Namun menerapkannya susah banget… Apalagi saya orangnya juga seneng makan😆 (tapi anehnya nggak gemuk-gemuk…😦 )

    -> petuah ini memang dalam bentuk ideal. apalagi yang nomor tiga. kalo penerapannya sih dianjurkan bertahap. lapar gak langsung makan, tapi tunggu sebentar (barang sehari-dua hari lah)… *gllepppaakk!*:mrgreen:

  19. Watuitem mengatakan:

    Pelit makan, belum bisa. ntar radang ususnya luka lagi (Kt. Bp. Dokter)
    Pelit tidur, belum bisa, apalagi klo habis capek kerja, anak dah tidur, ngga ada siapa2 lag di rumah, ya mendingan ikut tidur.
    Pelit hubungan suami istri, saat ini bisa, soale kan lg proses cerai. Tapi ngga njamin klo urusan kelar trus dapet lg yang baru. He he he…
    Gimana mbah ?
    Tolong…….

    -> kalo yang pertama, asumsinya memang sehat. kedua, emang berat, tapi harus niat. ketiga, saya do’akan apapun hasilnya, mudah-mudahan adalah jalan yang terbaik.

  20. zal mengatakan:

    ::dulu mbah saya mengatakan : “kamu ini, kalau tidur malam-malam dan kalau bangun terlalu pagi, orang hidup itu, dari pada kurang tidur, mending kurang makan…

    dilain kesempatan Beliau ngomong lagi :”kalau kita hidup itu lhat orang chino, tidurnya malam-malam dan bangunnya mendahului kokok ayam, jadi rezekinya banyak”

    Lho…🙄

    -> he he he… versi pertama karena sayang. versi kedua karena falsafah… kalee:mrgreen:

  21. baliazura mengatakan:

    wah wejangan si mbah yang bagus.
    sayang waktu kecil saya ga begitu mratiin apa kata si mbah

    -> kebetulan saya sejak kecil diberi anugerah daya ingat yang lumayan, meski sering lupa / salah juga. aslinya barangkali ada ribuan wejangan, tapi hanya ingat beberapa.

  22. Watuitem mengatakan:

    Matur Suwun mbah, mugi sedoyo dipun paringi ridho kaliyan ingkang kuasa.

    -> sami-sami. Amin.

  23. Aryo Sanjaya mengatakan:

    Coba seandainya zamannya simbah sudah ada blog ya pak, jadi kita bisa ikut subscribe RSS-nya simbahnya pak Siti.

    -> muahaha… iya, tapi pasti pake font hanacaraka.:mrgreen:

  24. Santri Gundhul mengatakan:

    Kang Jenang,
    Lama-lama aku kok jadi inget SERAT DEWO RUCI yah….tentang 3 laku itu..??
    Sebenarnya itu masuk dalam kategori ” Ngurang-ngurangi ” salah satu dari 12 sifat-sifat yang harus dimiliki oleh Bimo setelah mendapatkan Air Suci Kehidupan.
    1. Relo, 2. Nrimo, 3. Legowo, 4. Anorogo, 5. Eling, 6. Santoso, 7. Gembira, 8. Rahayu, 9. Wilujeng, 10. Marsudi Kaweruh, 11. Semedi ( menekung ), 12 Ngurang-ngurangi ( Kurangi Turu, Kurangi Mangan lan Kurangi Bercinta dengan Isteri ).

    Secara logika, orang yang kurang Makan (apalgi makan Daging) dan Kurang Tidur akan berdampak pada tubuh yang gak PRAIMA. Jadi mana mungkin ada GAIRAH NGELONI Bojo..?? Loh..kok LOYO…?. Ha..ha…kabuuuuurrrrr…mengko selak di srampang Kang Jenang.

    -> muahahaha… tubuh dilemahkan tapi sukma terbangkitkan. dewa ruci siap beraksi…

  25. Wan manis mengatakan:

    Wong njowo…. selalu memberi petuah dengan simbol yang kadang sulit dipahami oleh anak sekarang

    -> anak sekarang aja yang gak mau paham. 8)

  26. SANTRI GUNDHUL mengatakan:

    Heks….heks….
    Sama deh kayaknya Mas Wan, Tulisan-tulisan ARAB sama SULITNYA dipelajari oleh anak-anak jaman sekarang…he..he…

    Hidup ini memang penuh dengan Simbol-simbol. Sama seperti Tuhan memberikan perumpamaan-perumpamaan yang ditulis dalam Kitab-kitab Suci. Surgapun dinyatakan sebagai PERUMPAMAAN kok…he..he..

    Jadi Pahami saja simbol-simbol yag paling mudah dimengerti di Alam semesta ini dan terpenting adalah sesuaikan dengan LIDAH dan CITARASA anda. Malaikat itu juga SIMBOL kok bagi saya. loh..loh..SIMBOL apa…?? Simbol Ketundukan dan KEPATUHAN kepada sang Hyang Wenang.

    Salam
    soko Padepokan Borneo Timur

    -> liat artikel terbaru saya tuh… simbol-simbol juga. muahahaha…

  27. Mbah Atmo Glendem mengatakan:

    embah…. kadang artine kanggo tambah…
    tambah ngelmu, tambah sangu… lan tambah liyane…

    mugo2 sing nduwe blog ketambahan sing apik2 wae🙂

    -> :mrgreen: amiiiin..

  28. Faubell mengatakan:

    Ikut urun rembug Mbah:
    “Mangan kuwi lawuhe luwe. Nek wis luwe mesti geleme.” Orang akan merasakan nikmatnya makan, kalau sudah tahu rasanya lapar. Tapi ojo nganti wareg, mengko ndak mbeseseg…
    Sama saja dengan:
    – Bisa melihat cahaya terang, karena ada gelap
    – Bisa merasakan bahagia, kalau sudah bisa merasakan kesedihan, dll.
    Pasangan dua hal yang ada dalam kehidupan. Pemahaman dua hal itu untuk membuat orang bisa sadar untuk bersyukur. Petuah yang baik, katanya : Jangan mudah hanyut/larut dalam dua posisi tersebut, yang sedang-sedang saja. Kendalikan nafsu perutmu supaya perut tidak mengendalikanmu. Supaya tansah eling…

    -> wah, ini dia.. tepat sekali. tafsir yang lengkap dan melengkapi tulisan saya. terima kasih masukannya.

  29. 1heart4love mengatakan:

    Bagi saya, pada intinya yag pelit-pelit itu adalah ajakan untuk mulai meninggalkan kesadaran fisik menuju kesadaran yang lebih tinggi (jiwa dan Diri Sejati). Kebutuhan-kebutuhan yang sifatnya jasmaniah, apabila tidak diiringi dengan kesadaran yang benar akan mengikat manusia pada kesadaran fisiknya saja, menjauh dari kesadaran Diri Sejatinya.

    -> ya, kira-kira seperti itu. namun, memang sulit dipraktekkan, apalagi bagi orang muda.

  30. cenk cink cenk mengatakan:

    Waduh… baru baca nichh…
    tul kata mas Siti…. tapi ingat ada yang lebih penting dari 3 petuah… itu yaitu……… habis dech… pulsanya

    muahahaha…

  31. jalansutera mengatakan:

    keren juga nih petuahnya…

    memang keren-keren petuah jaman dulu…

  32. 3yoga mengatakan:

    kalau aku sih yang no 1 dan no 2, sengaja diumbar, tetapi yang ke 3 paling sering di pelit i, sampek kadhang iso muring-muring saking wis muntub-muntub gak dike’i juga.

    salam kenal karo sedulur kabeh.

    he he he… lha kalo gitu ngawula bantal dong…:mrgreen:

  33. […] rutin harus didermakan. Sepertinya cocok juga dengan wejangan-wejangan orang tua seperti almarhumah si mbah saya. Ah, jangan-jangan sang sukma juga terbalik dalam memandang pepohonan di alam nyata. Akarnya […]

  34. […] Halah…halah…apa lagi ini Bid’ah, Khurofat…wis embuh aku ra mudheng…Mungkin ada baiknya kita sama-sama merenungkan sebuah Petuah si Mbah […]

  35. YADI mengatakan:

    Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun yang bisa menembus semua nomor yg namanya MBAH JOKO dan saya meminta nomor MBAH JOKO pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi MBAH JOKO dan alhamdulillah dgn senang hati MBAH JOKO ingin membantu saya asalkan saya bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada MBAH JOKO berkat bantuan beliau,sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JOKO di 0823-8836-2677 MBAH JOKO memang para normal yg paling terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama MBAH JOKO dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya.

  36. YADI mengatakan:

    Syukur ALHAMDULILLAH hal yang tidak pernah terbayankan dan tidak pernah terpikirkan kalau saya bisa seperti ini,mungkin dulu saya adalah orang yang paling termiskin didunia,karna pekerjaan saya cuma pemulun dan pendapatan saya tidak bisa mengcukupi kebutuhan keluarga saya dan suatu saat kami kumpul baren sesama pemulun dan ada teman saya yg berkata,ada dukun yang bisa menembus semua nomor yg namanya MBAH JOKO dan saya meminta nomor MBAH JOKO pada teman saya,dan tanpa banyak pikir saya langsun menghubungi MBAH JOKO dan alhamdulillah dgn senang hati MBAH JOKO ingin membantu saya asalkan saya bisa memenuhi pendaftaran untuk masuk member,dan saya dibantu dalam 5x putaran dan alhamdulillah itu semuanya benar benar terbukti tembus,saya sangat berterimah kasih banyak kepada MBAH JOKO berkat bantuan beliau,sekaran saya sdh mau membuka usaha untuk masa depan kami dan sankin senannya saya tidak bisa mengunkapkan dengan kata kata,bagi anda yang ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH JOKO di 0823-8836-2677 MBAH JOKO memang para normal yg paling terhebat dan tidak seperti para normal yg lainnya yg kerjanya cuma bisa menguras uang orang,jika ada yang memakai atau mengambil pesan ini tanpa ada nama MBAH JOKO dan nomor beliau itu cuma penipuan dan itu cuma palsu,,ingat kesempatan tidak datang untuk kedua kalinya. fff

  37. togel singapur mengatakan:

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

    KAMI SEKELUARGA MENGUCAPKAN BANYAK TERIMA KASIH ATAS BANTUANNYA MBAH , NOMOR YANG MBAH BERIKAN/ 4D SGP& HK SAYA DAPAT (350) JUTA ALHAMDULILLAH TEMBUS, SELURUH HUTANG2 SAYA SUDAH SAYA LUNAS DAN KAMI BISAH USAHA LAGI. JIKA ANDA INGIN SEPERTI SAYA HUB MBAH_PURO _085_342_734_904_ terima kasih.الالله صلى الله عليه وسلموعليكوتهله صلى الل

  38. pak slemet mengatakan:

    Awalnya aku hanya mencoba main togel akibat adanya hutang yang sangat banyak dan akhirnya aku buka internet mencari aki yang bisa membantu orang akhirnya di situ lah ak bisa meliat nmor nya AKI NAWE terus aku berpikir aku harus hubungi AKI NAWE meskipun itu dilarang agama ,apa boleh buat nasip sudah jadi bubur,dan akhirnya aku menemukan seorang aki.ternyata alhamdulillah AKI NAWE bisa membantu saya juga dan aku dapat mengubah hidup yang jauh lebih baik berkat bantuan AKI NAWE dgn waktu yang singkat aku sudah membuktikan namanya keajaiban satu hari bisa merubah hidup ,kita yang penting kita tdk boleh putus hasa dan harus berusaha insya allah kita pasti meliat hasil nya sendiri. siapa tau anda berminat silakan hubungi AKI NAWE Di Nmr 085—>”218—>”379—>”259′

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: