Object Oriented Blogging

Ini tulisan pertama saya dengan judul bahasa Inggris. Bukan bermaksud kebarat-baratan. Kalau pun ada istilah Arab juga bukan untuk berarab-araban. Tapi, kalau memakai istilah Jawa, itu karena saya memang orang Jawa. Saya cuma mau mengajukan konsep sebuah blog yang sudah saya rencanakan sejak awal. Secara kebetulan paradigma aslinya dari bahasa Inggris, yaitu “object oriented programming“. Lagi-lagi bukan bermaksud membahas program-programan.

Saya tidak tahu pasti apakah sudah ada yang mengusung konsep ini. Tapi, sejak awal sudah punya niat untuk membuat blog dengan konsep tersebut. Mohon dibedakan dengan konsep “ojek oriented working” atau orang-orang yang menuju ke tempat kerja dengan menggunakan jasa ojek. *halah sok lucu*

RumahSingkatnya, konsep ini menjadikan program komputer tak cuma sekadar baris-baris perintah yang bikin pusing. Tiap bagian bisa mandiri atau ibarat mesin-mesin kecil yang bisa digunakan untuk membangun mesin yang lebih besar. Dalam bahasa awam bisa digambarkan seperti bahan-bahan baku untuk membangun sebuah rumah. Objek dasar seperti bata, semen, kusen, kaca, atap, dll adalah objek yang mandiri, tapi kemudian bisa dirangkai menjadi bentuk baru. Dalam hal ini sebuah rumah yang utuh.

Jadi, saya ingin membuat blog seperti itu. Cita-cita saya adalah mengisinya dengan artikel-artikel pendek. Isinya mengenai hal-hal yang “sederhana”, tapi sering terlupakan atau belum jelas maknanya. Soalnya, sekalian buat belajar nulis. Sebetulnya buat referensi diri sendiri supaya tidak lupa. Namun, berhubung ini ruang publik, sekalian saja buat berbagi dengan sesama penulis.

Setelah cukup banyak, artikel-artikel pendek tersebut nantinya bisa dijadikan referensi untuk membahas hal-hal yang lebih kompleks. Disusun lagi untuk membentuk artikel-artikel baru, membahas hal baru, atau menyampaikan sudut pandang baru. Jadi, tidak “hilang” begitu saja ditelan pengarsipan otomatis.

Saya rasa *halah* cukup sekian dulu. Kalau bisa saya mau minta masukan-masukan Anda sekalian. Terima kasih sebelumnya. 8)

Perihal

Cuma seorang pengelana yang bebas berkeliaran.

Ditulis dalam Pemikiran, Umum
19 comments on “Object Oriented Blogging
  1. Ram-Ram Muhammad mengatakan:

    Alhamdulillah… Semoga cita-citanya terwujud. Ngomong-ngomong, realisasinya seperti apa ya? Apa Kyai Jenang mau buat program sendiri atau… *halah.. OOT-nya kambuh*:mrgreen:

    Saya juga punya obsesi yang sama dengan Kyai jenang… Saya mau nunggu jadinya aja, terus minta contekan ya…

    -> amin. kira-kira seperti yang saya “request” itulah. biar jelas dulu syukur itu apa, sabar itu bigimana, baru iman itu sebetulnya apa, dst. jadi, tiap artikel bisa saling mendukung, menguatkan, dll. cuma, saya gak punya referensi yang kuat kayak situ… mangkanya request… he he he… ya sudah setahunya saja, ambil risiko “dihajar” rame-rame:mrgreen:

  2. Kurt mengatakan:

    Hmmm… punya konsep ya. Saya malah gak ngerti ngonsep mas. Ngeblog dan jadilah goblog. Tapi jika di awal ada konsep itu sangat membantu…

    Ohya ini dikembangkan dari sudut pandang atauruang pandang nih… sehingga menjadi object oriented programme?🙂

    Saya tidak bisa memberi masukan hanya memberi komentar…🙂

    -> lha saya idenya salah satunya juga dari situ… jadi, situ yang punya konsep, tapi belum sempat menggalinya aja. wong enterpreneur je… he he he… sayang tuh artikel udah banyak dan sarat elmu, tapi seperti “mengendap” di lemari arsip. saya dan mungkin banyak yang lain, cenderung baca yang terbaru aja, kecuali kalau dirujuk ke tulisan lama.

    kalau awalnya tentu titik / sudut pandang. lama-lama bis jadi sisi pandang, lalu ruang pandang.

  3. Ram-Ram Muhammad mengatakan:

    Kyai jenang wa kyai Kurt, saya malah lagi cari akal gimana caranya supaya bisa bikin jurnal, majalah bulanan, atau semacam bunga rampai yang sumber tulisannya dari para blogger ini. Penyandang dananya sih ada, biarpun kelihatannya masih agak ragu-ragu… mungkin karena belum dipresentasikan secara lengkap. Masih sekedar melempar ide sama “beliau”. Kasih sarannya ya…

    -> saya kira ide yang menarik. kalo istilah Wimar Witoelar, blog itu “citizen journalism”. jadi, memang memungkinkan dibikin jurnal atau majalah. mungkin keragu-raguan pemodal karena belum jelas pasarnya barangkali… mod dicetak di mana, dijual di mokan, dll. mungkin perlu disebarluaskan dulu pemikirannya ke blogger ngetop macam si roze😀 atau anto bilang itu. baru nanti keliatan apakah bisa diteruskan, ditunda, atau dialihkan ke bentuk lain.

  4. rozenesia mengatakan:

    Obsesi yang mantabshh… Saya sendiri sih, mulai ngeblog dengan nulis sesukanya, ndak teratur mau nulis apa. Kalo diatur-atur, kesannya gimanaaa gitu ya saya nulis. Jadi nyantai sambil jalan aja, kalau saya.

    tapi kalo yang dibuat teratur macem artikel pendek kayak gitu, ya jika pribadinya senang ya itu bagus! Kalau maksain sih, hasilnya ga gitu memuaskan juga.

    Ayo~ Berjuang dengan semangat!:mrgreen:

    -> saya juga terus terang sangat dipengaruhi mood. nulis kalau santai juga dan sesuka hati. seperti ada soal sepakbola. tapi, pengen ada pemetaan sejarah pemahaman saya sendiri. nanti bisa saling gabung. bisa juga kontradiksi dengan pemahaman terdahulu. supaya gak korslet lah… he he he… siapa tahu bisa jadi paradigma pribadi *halah*:mrgreen:

  5. zal mengatakan:

    ::mungkin tidak akan kita ketahui hasilnya kalau tidak dimulai, meskipun ketidakteraturan merupakan keteraturan itu sendiri, perputaran tidak tahu berasal darimana, dan berakhir dimana, kun fayakun mengubah, ketidak tahuan menjadi tahu.
    misalnya awalnya iqra’ (al Alaq) di tutup Annas, lalu dikumpulkan, lalu menjadi awalnya Al Baqarah dan tetap ditutup Annas, anehnya.. ayat pertamanya tetap menganjurkan membaca…., berarti yang membaca, yang jadi manusia kali ya…😆

    -> muahahaha… seperti ujar-ujar, masalah bak benang bundhet (kusut) katanya kalau dibiarkan bisa bener sendiri. bener juga nih mbah. saya kan cuma penjaga halte aja, saya sampaikan apa yang saya dapatkan. sisanya bukan saya punya urusan… *halah* 8)

  6. sigid mengatakan:

    Setuju pak de, ditunggu artikel-artikel pendeknya.
    Hal sederhana lebih mudah dicerna, kalau langsung disuguhi yang advanced kadang sering bingung je😀

    -> ya itu dia. saya aja bisa pusing baca tulisan sendiri😀 apalagi orang lain…

  7. dukunesse mengatakan:

    konsep seng apik pak, tapi yo tetep harus punya backup datanya jangan cuman di simpen di blog ayahab…

    -> iya ya… bener juga nih. unduh dulu berarti.. thx 8)

  8. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    konsep ngeblog yang bagus nih, mas jenang, hehehehe😆 apa pun wujud ekspresi kita dalam bentuk tulisan, perlu kita abadikan agar memfosil dalam sejarah kehidupan kita. tulisan yang bagus *halah sok tahu* bukan diukur panjang atu tidaknya sebuah tulisan, tetapi sejauh mana tulisan tersebut bermakna dan bermanfaat bagi orang lain. ke depan, konsepnya mungkin perlu dipertajam, dari dunia blog ke buku. saya kira “fosil2” pikiran dalam bentuk buku malah akan lebih bermakna. peluang ke arah itu pasti ada.

    -> mantap! kalo yg ngomong guru sastra saya percaya ajah… 8)

  9. gempur mengatakan:

    Ojek oriented Working

    hahahahahahahahaha… perut saya sakit pak baca postingan ini… aseli looo!

    hahahahahahahahaha

    *Saya lanjutkan ketawa dulu*

    Konsepnya bagus pak, mudah2an saya bisa mengambil ilmunya.. amin..😉

    -> muahahaha… terimakasih. kalo banyak yang pake konsep ini, nantinya lebih enak kalo mau cari referensi soal sesuatu. digabung, dianalisis, dll menjadi wawasan baru. niatnya begitu. 8)

  10. Nanang Suryana mengatakan:

    Semoga sukses… makin semangat…🙂

    -> 8)

  11. bedh mengatakan:

    mungkin untuk orang2 seperti saya yang menulis sesuka hati ini dengan memaksimalkan tag bisa sedikit mengarah ke sana yah?

    *tapi sebenernya sih saya masih lom mengerti ttg Object Oriented Blogging ini, huhuhuhu

    -> saya juga sesuka hati sih… cuma, saya usahakan arah tulisannya cukup fokus tapi tetap terbuka *halah*… pokoknya coba-coba nggaya aja… he he he

  12. aRuL mengatakan:

    yah boleh juga nih nentuin tema blog.
    sebenarnya sih perlu tapi orang2 yang tau blog, baru bisa berfikir kayak gini.
    kalo blogger pendatang baru tidak bisa, hanya bisa melakukan menulis dan menulis.
    seiring dengan berjalannya waktu baru deh bisa memikirkan tema apa yang cocok untuk blognya, atau malah membuat blog baru dengan tema tertentu.

    -> ya ya ya… sepertinya memang begitu. banyak yang bikin udah lebih dari satu kayaknya.

  13. aRuL mengatakan:

    kayaknya sampeyan udah lama ngeblog sampe tulisan semantap ini keluar🙂

    -> muahahaha… terima kasih. boleh percaya, boleh nggak. baru sekali ini bikin blog. kalo nulis-nulis sih udah lama, tapi baru sekarang punya guru, kang ersis.:mrgreen:

  14. Guh mengatakan:

    Kalau tak salah blog macam ini ada juga yang menyebutnya blog gado-gado.

    Bagi pembaca memang tampak campur aduk, segala topik masuk. Tapi bagi penulisnya sendiri mungkin semua itu berkaitan. Buat saya sih begitu, sering kali satu tulisan menyebabkan munculnya tulisan lain, komentar orang juga sering memicu timbulnya ide. Beberapa tulisan dan komentar di “aduk” jadilah sebuah tulisan yang tampak baru😀

    Semoga saat membahas yang “lebih kompleks” nanti tidak lupa nrekbek ke tulisan2 kecil sebelumnya yang dijadikan bahan baku.

    Eh.. saya ngomong afa ya.

    -> 8)

  15. herianto mengatakan:

    Boleh juga nih idenya …🙂
    Tapi apa konsep ini ada kaitannya dengan konsep OOP dalam hal : abstraksi, inheritance dan polymorphism itu …
    Barangkali konsep modularnya ya yang mau diambil …
    Apa bisa lebih dibuka nih ide nya mas ?😀

    -> pengennya sih lebih dari sekadar modular… *modal gundul kelar* ini udah terbuka begini…:mrgreen:

  16. drjt mengatakan:

    bagus juga konsepnya….

    (^_^)v

    -> bikin blog dong… mongsok nongkrong di prenster aje 8)

  17. aqualy mengatakan:

    weleh! bagus itu..sama dunk cita2nya…
    kalo punya saya isinya segala macem…mohon kritik dan saran ya…

    -> OK. 8)

  18. aqualy mengatakan:

    (komen lagi)😀

    kalo blog saya… mo saya bikin yg terorganisir jenis n kategorinya… biar gampang dibaca n dicari artikel2nya… hehhehehee

    -> ya, sama. kalo bisa saling merujuk kalo mirip-mirip, biar lebih gampang lagi.

  19. […] bahwa tulisan kali ini tampaknya jauh bergeser dari tema-tema sebelumnya. Pun tak sejalan dengan konsep blog yang sudah saya canangkan sejak awal. Tapi, setidaknya masih klop dengan judul blog, Halte […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: