Awal = Akhir

Ini adalah tulisan pertama saya di dunia blog-blogan. Sebuah pembuka, tapi ditulis di akhir tahun. Tidak masalah. Pokoknya ingin belajar berekspresi melalui tulisan. Soalnya, kata seorang teman, orang Indonesia banyak yang gagap berekspresi. Kelas celeb atau artis pun kalau ditanya belum tentu jelas jawabannya. “ya.. pokoknya gitu deh..” atau “acaranya ok banget” tanpa menjelaskan apa yang sebetulnya mereka maksud.

Jadi, saya cuma mau belajar menuliskan apa yang saya maksud. Paling tidak dari sudut pandang sendiri aja.

Ngomong-ngomong soal akhir jadi teringat bahwa konon dua sifat Tuhan di antaranya adalah Maha Awal dan Maha Akhir. Bagi sebagian orang mungkin memikirkan atau menalar dua sifat tadi termasuk mubazir, sia-sia, atau percuma. Tapi, menurut saya kok lain ya?

Sebagai pencipta segala sesuatu, termasuk waktu, wajar kalau Dia disebut Sang Awal. Semua berasal dari Dia. Sebaliknya, sebagai tempat kembalinya segala sesuatu wajar juga kalau Tuhan disebut Sang Akhir. Jadi, awal = akhir dong. Bagaimana logikanya? Hmmm… Dikaitkan dengan awal tulisan sepertinya kok nyambung ya?

Barangkali bisa dibayangkan seperti gambar sebuah lingkaran. Konon, sebuah garis adalah kumpulan begitu banyak titik-titik yang berbaris, jadi lingkaran pun punya prinsip yang sama. Kalau kita ambil satu sebagai awal, di manakah akhirnya? Ternyata kok di awal lagi. Berarti titik awal = titik akhir, kan? Sepertinya jadi logis kalau disebutkan ada sifat satu lagi yang terkait, yaitu Tidak Berawal dan Tidak Berakhir. Barangkali bisa dianalogikan seperti sebuah siklus waktu yang terus berputar tanpa henti. Katanya sih sampai Sang Awal menentukan akhir dari semuanya, yang mana adalah Dia juga.

Wah, berarti memang tidak masalah menuliskan sebuah awal tapi di akhir…😀

Perihal

Cuma seorang pengelana yang bebas berkeliaran.

Ditulis dalam Pemikiran, Pengalaman, Pengamatan, Umum
8 comments on “Awal = Akhir
  1. danalingga mengatakan:

    awal akhir awal akhir awal akhir awalnya sirna akhirnya sirna

    -> ya ya ya… kalau aku ada awalnya, berarti ada akhirnya😀

  2. joyo mengatakan:

    saya mengenalnya sebagai Alam pak, tiada awal dan tiada akhir. Salam kenal😀

    -> ya ya ya… tinggal sebutannya diganti aja. kalo dibilang kita semua juga sah aja😀

  3. Kurt mengatakan:

    Huwal awwalhu wal akhir… disamping Maha Awal juga Qadim (kekal) kalau kekal justru laisa kamitslihi syaiun…🙂 kalau begitu bagaimana?

    -> ya menurut saya esensinya sama aja. ketemunya Dia-Dia juga. bahkan selain Dia pun (ketidakberadaan) ada Dia juga. sejenis dengan pemahaman ki Joyo😀

  4. agorsiloku mengatakan:

    Kalau saja ada sebuah peluru super cepat dan kita tembakkan lurus ke depan kita tanpa halangan apapun… maka pada suatu saat…. peluru itu akan sampai ke punggung kita….

    -> he he he… konon sih begitu. sama halnya semua yang kita lakukan pada akhirnya akan berbalik ke diri sendiri.

  5. Sawali Tuhusetya mengatakan:

    Wah, selamat bertemu di dunia blogsphere, Mas, mudah2an makin menambah suasana jadi semarak, hehehehe😆
    Walah, awal dan akhir! Artinya? Ngeblog di akhir tahun, membuat awal yang bagus dengan membuat blog, hehehehehe😆 Walah, OK, banget. kayaknya punya nilai religius tuh idiom itu. OK, salam.

    -> wah pak Sawali ternyata ngurus 2 blog nih. satu buat awalan, satu buat akhiran kalee… saya cuma ingin mengemukakan sesuatu supaya saya bisa mempertanyakannya sendiri . shalom😀

  6. Kariyan mengatakan:

    Permisi…Pak/Bu, Mas/Mbak Siti Jenang,
    Hmm…hmm…iya..iya..biar komplet RASANYA, gimana klu dilanjut Dia yang Dhahir dan yang Batin entuh, seperti apa yah…he..he..

    Salam dari Bontang-Kaltim

    -> terima kasih kunjungannya. pengennya sih bisa menjelaskan dengan gamblang dan nalar 99 sifat. apa daya cuma baru segitu dulu.. salam dari tanah jawi😀

  7. […] awalnya yang membahas awal dan akhir dikupas dengan cukup baik dan terarah, dilanjutkan dengan tulisan-tulisan bagus lainnya. Misalnya […]

  8. […] Saya juga memahaminya seperti mbak Illuminationis (kalau benar memang mbak), kayaknya yang dimaksud arti nama blognya. Niatnya sih untuk sarana belajar menulis. Beberapa waktu sebelum membuat catatan sendiri saya sering jalan-jalan, salah satunya ke blog Sebuah Perjalanan. Dari situlah asal namanya, dengan mengganti “Sebuah” menjadi “Halte”. Maksudnya sebagai tempat menyampaikan apa yang bisa saya sampaikan. Posting pertama masih katrok sangat, bicara soal awal yang tidak jelas. […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: