Dalam upaya untuk mengenali jati dirinya, orang Jawa punya banyak cara. Salah satunya adalah dengan berpuasa. Dalam kultur Jawa ada beragam bentuk dan tata cara puasa. Termasuk di dalamnya puasa Ramadan yang tiap tahun juga dijalankan orang-orang Jawa pemeluk agama Islam. Kata puasa dalam dialek Jawa biasa disebut ‘pasa’ dan diberi akronim untuk menjelaskan artinya. Saya hanya tahu dua di antaranya.
Menjadi Raja dan Ratu Sehari, Esensi Kepemimpinan Ningrat
Sepasang Lelaki dan perempuan yang menikah konon disebut raja dan ratu sehari. Saya tidak tahu pasti dari mana asal ungkapan tersebut. Saya pernah diberitahu bahwa dulunya pernikahan adat Jawa yang kita kenal sekarang hanya boleh dilaksanakan para kaum ningrat. Suatu ketika, ada seorang raja yang menginginkan tradisi tersebut bisa juga dilakukan oleh rakyat. Barangkali dari situlah munculnya ungkapan tersebut. Hal ini mengingatkan saya pada pernikahan sendiri. Ketika itu saya memang merasa menjadi raja sehari, tapi tidak seperti anggapan banyak orang, di mana seorang raja dan ratu mestinya tak perlu repot mengurusi acaranya sendiri.
Persatuan Hanya Awal Perpecahan
Suatu ketika saya dan abang saya bertemu di rumah almarhum orang tua kami. Ketika itu dia membawa sebuah karya tulis (seperti skripsi) yang terlihat sudah lusuh. Isinya adalah hasil perenungan seseorang mengenai banyak hal. Di dalamnya sama sekali tidak ada informasi tentang identitas si penulis. Tapi, walaupun anonim, dari cara mengungkapkan pemikiran tampaknya dia punya latar belakang pendidikan teknik. Dari tulisan-tulisan yang sempat saya baca, di situ seringkali muncul istilah-istilah macam garis, bidang, ruang, dimensi, dll. Saya ingat ada pokok bahasan yang sangat menarik, meski hanya samar-samar mampir di kepala. Dia menerangkan bahwa persatuan hanyalah awal dari perpecahan.
Tiga Dimensi Ilmu Kejawen
TIdak terasa sudah beberapa bulan saya menghilang dari peredaran dunia maya. Tentunya banyak hal yang sudah terjadi selama itu, baik di dunia blog maupun nyata. Tampaknya dalam hidup ini memang banyak sekali informasi yang bisa kita tangkap. Sayangnya, ibarat hutan yang penuh pepohonan, hasilnya tidak banyak yang bisa saya petik sebagai pelajaran. Sebagian besar justru lewat begitu saja tanpa menyisakan bekas apa-apa. Meski begitu, mestinya tidak ada yang keberatan kalau saya membacot lagi… he he he…
Tren Busana Baru: Batik Indonesia?
Teknik pewarnaan pada garmen yang kini kita kenal sebagai batik konon berasal dari bangsa Sumeria. Setelah itu dibawa ke pulau Jawa dan dikembangkan lebih lanjut. Hasilnya, batik sampai kini masih identik dengan Indonesia, meskipun soal hak cipta katanya sudah diambil tanpa perlawanan oleh negeri tetangga. Kabarnya batik sudah menjadi salah satu warisan budaya dunia. Barangkali ini hal yang wajar karena kita kan katanya keturunan bangsa Atlantis *haiyah*