Rupa-rupa Rumah Jawa
Oktober 29, 2010
Arsitektur rumah atau bangunan jawa mestinya punya ciri khas. Tapi apa parameternya ya? Kayunya? Ukirannya? Bentuknya? Entahlah. Ada yang bilang arsitektur jawa itu sebenarnya cuma soal cita rasa. Mungkin tepatnya falsafah yang diimplementasikan di dalamnya.
Ada juga yang bilang arsitektur jawa itu sinkretis macam kepercayaan masyarakatnya. Benar juga sih. Di keraton-keraton Mataram umpamanya, kita bisa menemukan corak-corak Eropa. Tapi, sepertinya cita rasa itulah (tata letak, ukuran, dll) yang membuatnya tidak lagi terkesan asing.
Tidak semua bahan bangunan harus dari kayu. Tembok juga bisa dikombinasikan dengan kayu. Di beberapa tempat seperti tempat tinggal para ningrat bahkan ada dekorasi kaca warna-warni ala gereja Eropa. Tapi nyatanya tetap ‘njawani’ juga hasilnya. Jadi, mestinya corak bangunan khas jawa tidak identik dengan masa tertentu, namun bisa mengikuti perkembangan jaman juga agaknya. Ya, itulah mungkin yang disebut sinkretis, sebab orang jawa selalu ingin mengikuti perkembangan jaman (barangkali).
Lalu selanjutnya seperti apa lagi ya? Mungkin sinkretisasi lagi dari gaya-gaya arsitektur futuristik, tapi dengan tetap mempertahankan cita rasanya. Ya mbuh… saya bukan arsitek. Muahahahaha™




Oktober 31, 2010 pukul 5:51 am
Wah rumahnya asri adem
Oktober 31, 2010 pukul 9:40 am
halo halo…
Oktober 31, 2010 pukul 1:45 pm
jadi mau punya rmh model jawa kayak gitu ,, … mmmm … mauuu ??
November 1, 2010 pukul 10:56 am
heh?
Oktober 31, 2010 pukul 1:57 pm
jadi mauuu ,,, …!!
Oktober 31, 2010 pukul 3:52 pm
Wah, yang di sini mewah sekali. Di daerah saya di Sukoharjo itu mayoritas lantai tidak dikeramik, melainkan cukup dibiarkan menyatu dalam warna dengan tembok, yakni “boto-abang”. Pun tak ada atap, alias genteng dan kayu-kayu penyangga terlihat jelas. Di situ sih, saya kira uniknya
November 1, 2010 pukul 10:57 am
ya bebas aja saya kira. yg penting nggak gampang rubuh
Oktober 31, 2010 pukul 10:03 pm
gambar sing no.1 nduwur kuwi, omahé simbah-buyutku…mesakno rèk.
lho jaréné omah jåwå kuwi, ciriné ånå gambaré Semar, kurungan kutut terus nganggo tulisan jåwå ‘åjå-dumèh’…iku jaréné…
November 1, 2010 pukul 10:59 am
muahahaa… ciri umum mungkin juga mesti dikelompokkan: rumah ningrat atau rumah rakyat. kalo ningrat kan ada pendapa, senthong, dll
November 29, 2010 pukul 6:52 pm
kalo rumah saudagar mbah?
November 29, 2010 pukul 9:13 pm
halo… saya bikin blog baru neh… nyang inih sementara sambil lalu
November 21, 2011 pukul 10:41 am
mantab