Kopi Luwak, Kopi Termahal Sejagad
November 17, 2009
Pernah tahu kopi luwak? Hah? Masak tidak tahu! Nggak gaul amat. Itu adalah jenis kopi yang dihasilkan dari kotoran luwak (musang vegetarian?). Kelangkaan kopi unik ini membuatnya menjadi kopi termahal di dunia kabarnya.
One small cafe, the Heritage Tea Rooms, in the hills outside Townsville in Queensland, Australia, has Kopi Luwak coffee on the menu at A$50.00 (=US$33.00) per cup, selling approximately seven cups a week, which has gained nationwide Australian and international press, creating over $5 Million AUD of media attention for this rare coffee. In April 2008, the brasserie of Peter Jones department store in London‘s Sloane Square started selling a blend of Kopi Luwak peanut and Blue Mountain called Caffe Raro for £50 (=US$99.00) a cup. It has also recently become available at Selfridges, London, as part of their “Edible” range of exotic foods and beverages. The coffee may also be bought by the cup or as beans at The Funnel Mill in Santa Monica, California. It is also available in Toronto, Canada. (sumber:wikipedia)
Binatang tersebut, selain kotorannya dimanfaatkan sebagai bahan dasar minuman kopi, pembuangan dari tempat yang lain juga bisa digunakan. Salah satunya adalah sebagai bahan campuran wewangian tradisional yang disebut Ratus Dedes. Nama dedes setahu saya diambil dari bahan yang asalnya dari air seni luwak. Ya, air seni yang baunya wangi lantaran luwak juga doyan memakan bunga (katanya).
November 17, 2009 pada 4:18 pm
Sering dengar sih pakdhe, tapi saya agak sedikit bingung soal kopi luwak ini, dulu banget pernah beredar kopi dengan merek ‘tugu luwak’ kalo ngga salah di sekitaran jateng. Sekarang sepertinya udah ngga ada lagi, tp ada beredar kopi dengan merek ‘kopi luwak’ kalo ngga salah kemasannya mirip dengan kopi tugu luwak jaman dulu itu.
Nah apakah kopi dengan merek yang saya sebut di atas itu identik dengan kopi yg sampeyan tulis ini? atau itu hanya brand saja?
November 24, 2009 pada 3:12 pm
brand saja itu… harganya kan ‘murah’
Januari 13, 2011 pada 5:00 pm
Kopi Tugu Luwak dan Kopi Luwak itu merek yang sama, pabriknya ada di Semarang. Pabrik ini berdiri sekitar tahun 1965 dengan brand produk Kopi cap Tugu Luwak. Pada sekitar tahun 1990, berubah menjadi Kopi cap Luwak.
apakah Kopi cap Luwak dengan Kopi Luwak itu sama?
jawabannya bisa ya, bisa tidak, tergantung konten yang ada.
kalau di pasar atau supermarket menemui kemasan Kopi cap Luwak dengan harga terjangkau, itu merupakan kopi yang diolah biasa, dengan mesin. jadi harganya bisa murah. Tapi produsen ini juga mengeluarkan produk yang memanfaatkan binatang luwak atau musang, mereknya juga sama Kopi cap Luwak. hanya yang khusus diolah dari kotoran luwak ini harganya sangat mahal, bahkan menjadi kopi termahal di dunia.
November 17, 2009 pada 6:19 pm
kalau begitu Luwak adalah hewan yang mempunyai banyak manfaat.
November 24, 2009 pada 3:12 pm
buangannya aja yg dipake. dagingnya sih nggak
November 17, 2009 pada 6:56 pm
Astaga, $33 per sajian!
Ki STMJ apa sudah pernah minum? Gimano rasanyo?
November 24, 2009 pada 3:13 pm
blom pernah… coba ah ntar kalo nemu
November 17, 2009 pada 8:03 pm
Kayaknya memang sungguh aduhai terkenal kopi itu yah
November 24, 2009 pada 3:13 pm
ini peluang bisnis yg bagus…
November 17, 2009 pada 8:53 pm
wee lha juragane setarbuk to…lah ini si bos emang demenannya ya kopi luwak
sak luwak2e….November 24, 2009 pada 3:14 pm
muahahahaha…. temuluwak aja
November 18, 2009 pada 3:56 am
belum pernah… nunggu ada yang traktir aja dah
ga sanggup suruh bayar US$33 buat satu kali sruput kopiNovember 24, 2009 pada 3:15 pm
saya pengen jadi penjualnya aja
November 18, 2009 pada 9:18 am
alamak… kopi dari kotoran luwak sesedap apakah rasanya..?
.
mang selain sebagai kopi dan wewangian , ada kasiat lainnya gak ?
November 24, 2009 pada 3:17 pm
gak ada kayaknya… kasian dong luwaknya… eksploitasi namanya
November 19, 2009 pada 5:09 am
kotoran luwak tuh maksudnya “eo”?
aduh….
gak jijik tuh…
November 24, 2009 pada 3:17 pm
kan udah diproses dulu. katanya sih yg dicerna itu cuman kulit kopinya aja.
November 19, 2009 pada 12:35 pm
Saya pernah dengar dan lihat di tv. Yang diambil adalah bijinya dari kotoran hewan tersebut.
November 24, 2009 pada 3:18 pm
yup
November 19, 2009 pada 2:32 pm
semahal itukah?
November 24, 2009 pada 3:19 pm
lumayan kan kalo punya 100 aja… tiap hari dapet 100 gram kopi… dikali… mmmm
November 19, 2009 pada 3:18 pm
Ah tidak. Terima kasih.
November 24, 2009 pada 3:27 pm
kembali…
November 20, 2009 pada 12:28 am
mampir aja lagi mas
November 24, 2009 pada 3:37 pm
ya, silaken… di sini jarang update
November 20, 2009 pada 6:07 pm
Sy pernah minum kopi luwak. di Sumatera harganya Harga Rp. 800rb/kg
November 24, 2009 pada 3:41 pm
makin memperkuat alasan untuk berbisnis…
November 22, 2009 pada 10:36 am
he? ada juga kopi begitu? kopi yang sering saya minum palingan cuma good day chocochino aja sih..
November 24, 2009 pada 3:43 pm
mahal mbak… salam kenal
November 22, 2009 pada 6:23 pm
hanya! tapi itu kan….
*jijay*
Ah, saya pesan Cappuccino aja deh.
November 24, 2009 pada 3:43 pm
ini khasiatnya mungkin bisa melek seminggu…
November 26, 2009 pada 12:08 pm
Lebih gak mau lagi kalau begitu.
kalau saya, minum cappuccino aja bisa gak tidur semalaman, tapi pas effect nya habis, mood saya parah banget. Hidup benar-benar kacau deh.
Hei! tidur itu nikmat. kenapa juga musti dihindari…
November 23, 2009 pada 2:14 pm
kalo cuma posting video aku mbok wis isa *nyombong nih udah diajarin Kang Lambang*
tapi kalo makan kopi dari e’ek luwak belum tuh, mbok kalo Mas Jenang punya bisa dikirim lewat pos kilat
November 24, 2009 pada 3:44 pm
hahahaha… saya lagi cari luwaknya… mari ternak mas
November 27, 2009 pada 1:06 pm
saya jual 100 gram 500 ribu
Desember 1, 2009 pada 2:14 pm
enaknya minum kopi luwak sama makan daging luwak ya kang
entahlah mo haram apa halal yg penting enaaak
Desember 3, 2009 pada 4:41 pm
hmmmm sepertinya enak yah kopi luwak itu. Tapi saya wong kampung mendingan ngopi tubruk, maksude habis ngopi “nubruk”
Desember 4, 2009 pada 6:17 pm
Sepertinya asik yah minum kopi yang ini.
Mungkin lebih nyamannya lagi karena pernah minum kopi seharga USD 99.
*seperti minum pulsa speedy dua bulan*
Desember 4, 2009 pada 6:18 pm
muahahahhaaha…
Desember 17, 2009 pada 10:17 am
kapan hari cara pembuatan kopi luwak ditayangkan di tipi juga tuh. Kuq bisa mahal gitu iah?? emangnya rasanya gimana sih? apakah sama kayak kopi biasa pada umumnya?? hmmm jadi penasaran..
makacih buat infonya sukses slalu
Desember 23, 2009 pada 1:58 pm
Bikin peternakan luwak,yuk. Ide bagus nih…
Salam
ALRIS
April 22, 2010 pada 6:59 pm
yupss. pernah nonton di sebuah stasiun tv
salam kenal nihh
sedang blogwalking dan ketemu blog menarik ini.. ditunggu kunjungan baliknya di http://www.ossmed.com
Februari 23, 2012 pada 4:09 pm
iya gan mahal tapi enak rasa nya ..
cari nya kan juga sulit ..
sebanding donk hrga nya ..