Sebuah Citra, Sebuah Wajah, Sejuta Makna (Katanya)
Juni 23, 2009
Sebuah wangsit dari alam gaib lewat dunia maya (email dari seseorang).
Citra Seorang Perempuan
Ulat sumèh, tindak-tandúk sarèh kinanthènan têmbúng arís iku biså ngruntúhaké ati sartå ngêdóhaké panggódhaning sétan.
…
Kósókbaliné watak wicårå kang kêras, kêjåbå kêduga gawé tanginíng kanêpsón, ugå gampang nuwúhaké salah panåmpå.
…
Sabarang prakårå kang sêjatiné bisa putús sarånå arís lan sarèh, kêpêksa dadi adu wulêding kulít lan atósíng balúng, kari si sétan ngguyu ngakak bungah-bungah.

Juni 23, 2009 pada 11:07 am
…
*auk ah, yang penting pertamax, muahahaha™*
Juni 23, 2009 pada 4:39 pm
~_~”
translate please..
ah ternyata saya memang Jawa murtad
Juni 23, 2009 pada 9:33 pm
Sikap yang banyak senyum/ramah, perbuatan yang lemah lembut/sabar dan bijak itu bisa meluruhkan/meruntuhkan hati serta menjauhkan dari Godaan Syetan.
Sebaliknya nada bicara yang keras, itu merupakan perbuatan yang membangkitkan perselisihan, juga mudah membangkitkan salah Persepsi.
Segala permasalahan yang SEJATI bisa luntur dengan sarana Kebajikan dan Sabar, Hal ini bisa membuat konflik dan Perselisihan, tinggal Syetan yang tertawa terbahak-bahak kegirangan.
Kang Jenang,
Kiro-kiro pas gak yah terjemahane iki Kang???
Salam mencermati~Merenungi
Juni 23, 2009 pada 11:36 pm
Aku setuju sama pesan alam gaib itu…tapi kok cuma buat perempuan?
Juni 24, 2009 pada 11:26 am
wah artinya apa ya mas??? sy ga bs bahasa jawa!!
Juni 24, 2009 pada 5:53 pm
Pakde, saya kok ndak begitu paham hubungan foto itu dengan narasi di bawahnya ya
Apa maksutnya jika
” .. perempuan itu seharusnya bersikap seperti paragraf 1 dan jangan paragraf 2 karena hasilnya paragraf 3 … ”
Gitu po pakde ?
Juni 24, 2009 pada 7:01 pm
Kula nuwun Kang Jenang, mugya tansah tinuntun Gisti Murbeng Dumadi, tansah karahayon, lan karaharjan.
Isi dari sasmita di atas, merupakan pelajaran “olah rasa”. Rasa untuk meredam nafsu. Bila kita mampu menghayati dalam kehidupan sehari-hari Ibarat kita berpuasa sepanjang waktu, sepanjang masa. Hidup selalu mengikuti “kareping rahsa sejati”.
salam asih asah asuh
Juni 25, 2009 pada 12:56 am
Ternyata båså jåwå iki pancèn mbulêt yå… multi pêrsèpsi… ngêtike angèl… nganggó pêpêt barang…
*luwih mbulêt manèh sakjêroning kejawèn*Juni 25, 2009 pada 1:03 am
hehehe.. pelajaran pambudi yaaaa kang Jenang sing guanteeeeeng..
Salam Sayang
Juni 25, 2009 pada 7:48 am
sue kagak ngarti
Juni 25, 2009 pada 11:53 pm
hmnmm …. sebuah email yang khas dan eksotis, mas jenang. betapa indah dan dalam makna yang terkandung di balik idiom kejawaan yang ada di dalamnya. sapa mas sing ngirimi?
Juni 26, 2009 pada 3:14 am
hehehe.. mas Jenang.. halloooo..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
Juni 27, 2009 pada 1:07 am
Sekilas malah kyk bahasa Rumania, atau sejenisnya, krna tanda diakritiknya rame banget.
.
Untung ada komen2 yg ngasih gambaran maknanya, termasuk larangan bicara dengan nada keras. Wah, susah nih, Batak sprti saya, setting default nada bicaranya emg cenderung tinggi atw overpower.
Tp mgkn maknanya yg lebih luas, adlh untuk menjauhi persilihan. Setuju, krna dlm perselisihan, justru kebenaran yg pertama sekali dihancurkan. Kalau karena itu kemudian setan kegirangan, ya nggak heran. Setan kok ngga dilawan!
Juli 3, 2009 pada 1:18 am
Kasihan setan,ia menjadi tempat segala kesalahan,dan selalu dilupakan perannya sbg penterjemah nafsu manusia.Ia cuma PENTERJEMAH nafsu !!!
Juli 4, 2009 pada 12:33 am
wah alam gaib sudah merambah dunia maya yah sekarang wkwkwk
Juli 5, 2009 pada 1:32 am
Waarlijk een schoonheid, hoewel ik liever een innerlijke schoonheid zie in men. Schone schijn is zo vergankelijk.
Nah itu teks di bawahnya bisa jadi maksudnya buat menambal bolong, tapi kan ga otomatis. Bagus luar tidak = bagus personality.
Juli 5, 2009 pada 1:45 am
hehehe.. kemana neeeh mbah Jenang..
Salam Sayang
Juli 5, 2009 pada 9:43 pm
mungkin ke gunung kidul..hehehee
Juli 9, 2009 pada 11:58 pm
Uapik tenan…
Juli 10, 2009 pada 12:19 pm
munkin ini terlalu terbelakang.. . . tapi budaya tak dapat dirubah. . . sebagai wanita yg tidak suka pemikiran kuno. . . tapi aku senang dengan penampilan anggun wanita jawa yang dengan kembennya tanpa mengurangi kesopanan tapi begitu eksotis. . . pyuuur . . .
Juli 12, 2009 pada 2:55 pm
HALLLLOOOO.. MBAAAAAAAAAAAAAAAAH.. NGILANG MULU.. APDEEEEEEEEEETTT
SALAM SAYANG
Juli 17, 2009 pada 7:47 pm
pamuji rahayu…
nuwun ngapunten kang Jenang.., mlebet mboten kulonuwun..,
sewajarnya dan sudah kodratnya sebagai wanita adalah ya wanita serba luwes dalam segi apa saja…, nanging jangan luwes nek ngajak ke ke sing dudu.., mengku malah nambahi padudon rebutan sing akhirnya ngajak njajal uleting kulit atosing balung.., lha daging dadi opo…, malah atos dewe… hehehe.., ngapunten kang Jenang.. tindhak pundi mawon mboten tansah ketingal sampun sawetara dangu..? eh napa malah kewalik njih..?
matur sembah nuwun
rahayu.
Juli 19, 2009 pada 8:39 am
entah sekarang masih ada atau tidak
Juli 19, 2009 pada 9:19 am
Kang Jenang Yth,
Mohon ijin share comment disini, sebelumnya saya ucapkan beribu terimakasih.
SELAMATKAN GENERASI BANGSA
Salam karaharjan, salam tresno asih, teruntuk para pembaca, diskuser, para sanak kadhang ingkang dahat kinurmatan dan semua yang mampir di pondok ini.
Dua hari ini saya benar2 berkabung dan sedih melihat nasib bangsa ini yg kian terpuruk oleh ulah sebagian orang berduit, aktor politik yg gelap nuraninya.
Celakanya, org-org yg banyak belajar agama secara TEKSBOOK, ekonomi yang sangat menghimpit, namun kurang berbekal ilmu pengetahuan, SEHINGGA terlalu mudah dijebak oleh situasi yang menjebak diri, dan MUDAH dimanfaatkan oleh siapapun SI RAJA TEGA, atau aktor politik yang oportunis dan egois.
Agama tanpa ilmu pengetahuan yg luas, akan mudah diombang-ambing, lalu terpuruk dan mudah dipermainkan oleh situasi politik kacau. Sebaliknya ilmu pengetahuan tanpa agama akan menjadi mesin penghancur peradaban dan alam semesta. Ilmu dan agama idealnya bersanding saling melengkapi dan mendukung. Dan selalu mencari sisi positifnya hubungan keduanya. Agama harus lebih terbuka, karena norma agama mengatur tata moral dalam diri (inner world) untuk masing2 individu, alias pengendalian dari dalam diri. Karena agama sebagai WADAH NORMA (norma agama) agar tidak kacau (A=tidak, Gama=kacau) dalam kehidupan dunia yg serba DINAMIS.
Agama ada untuk menata moral dan batin (dalam jagad kecil) agar selaras dengan hukum alam semesta. Serta TIDAK untuk menyerang dan mencelakai orang lain. Sanksi norma agama berupa “dosa/neraka”. Berbeda dengan NORMA SOSIAL dan HUKUM. Walau norma sosial dan hukum banyak mendapat inspirasi dari norma religi, namun kedua norma tsb orientasinya diterapkan utk implementasi ke lingkup tata moral masyarakat dengan konsekuensi sanksi sosial dan sanksi hukum.
MAKA DARI ITU SAYA PRIBADI MENGAJAK PARA PEMBACA YG BUDIMAN, PARA SANAK KADHANG, PARA RAWUH DAHAT KINURMATAN di pondok ini UNTUK TIDAK TERPANCING DAN TERPENGARUH OLEH TRAGEDI MARIOT II & RITZ. Biarlah di tingkat elit berkecamuk dan terjadi perpecahan, namun jangan sampai terjadi FRAGMENTASI di tingkat ARUS BAWAH.
Kita semua harus tetap harus SOLID menjalin kerukunan, ketentraman, dan kedamaian GENERASI bangsa. Semua itu tergantung pada diri kita masing-masing. Kita pertahankan tradisi BERSAMA dalam PERBEDAAN.
Oleh sebab itu perlu dan sangat perlu kita semua meningkatkan kesadaran setinggi-tingginya, agar supaya KESADARAN KITA LEBIH TINGGI dari segala macam SITUASI BURUK yang barusaja melanda negeri. Sehingga kita tidak mudah terpancing emosi. Sebaliknya MENJADI MUDAH menganalisa dan MEMAHAMI apa SESUNGGUHNYA yg terjadi. Kita tidak meraba-raba lagi, kita tidak berspekulasi, dan kita tidak berprasangka buruk yg salah kaprah. Jika kita SALAH BERSIKAP, hanya akan menambah keadaan semakin runyam.
PALING UTAMA adalah, kita tingkatkan sikap eling dan waspadha, memasuki bulan AGUSTUS dan SEPTEMBER ’09. Bila alam pun akhirnya menjadi murka lagi, semoga kita semua, bangsa ini, selalu diberikan keselamatan jiwa raga, dan mampu melewati masa-masa sulit saat ini dan di saat yang akan datang. Semoga kesadaran kita semakin tinggi, seiring waktu berjalan detik demi detik.
salam hormat,
salam karaharjan,
salam asah asih asuh,
salam sih katresnan
selamatkan generasi bangsa
Jayalah NKRI
Juli 19, 2009 pada 1:07 pm
Ki Sabda, yang terpengaruh dan terpancing dengan petasan di JW Marriot itu siapa?
Yang saya lihat, rakyat tenang-tenang aja.
KPU gak beres-beres ngitung suara pilpres, rakyat tenang-tenang juga.
Incumbent mau lanjut terus, rakyat juga tenang-tenang aja.
Yang saya lihat kebakaran jenggot dan ribut ngalor-ngidul, sibuk tuding sana-sini cuma pejabat negara dan polisi.
Rakyat Indonesia tetap tenang kok.
Terimakasih untuk himbauannya. Tetap semangat dan sukses Ki.
Juli 26, 2009 pada 2:30 am
Duh, udah sebulan terlewatkan lagi nih…
Lupa kali ya kalau udah waktunya posting baru…
Salam Persahabatan.
Juli 30, 2009 pada 3:00 pm
Salam Kenal
Agustus 1, 2009 pada 9:03 am
busyett ,, itu bhsa jawa ???
sbg org jawa gw sedihh ,, ga ngertii ..
Agustus 6, 2009 pada 5:10 pm
Tilik Keslametan…
Agustus 19, 2009 pada 6:39 pm
Saya mengucapkan SELAMAT menjalankan PUASA RAMADHAN.. sekaligus Mohon Maaf Lahir dan Bathin jika ada kata kata maupun omongan dan pendapat yang telah menyinggung atau melukai perasaan para sahabat dan saudaraku yang kucinta dan kusayangi.. semoga bulan puasa ini menjadi momentum yang baik dalam melangkah dan menghampiriNYA.. dan menjadikan kita manusia seutuhnya meliputi lahir dan bathin.. meraih kesadaran diri manusia utuh..
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
Agustus 21, 2009 pada 11:56 am
Mari kita sambut bln yg penuh berkah ini dgn senyuman yg terindah…dan saling maaf memaafkan…
Di hari yg penuh berkah ini sy mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Semoga Saja do’a2 kita senantiasa di ijabahai Allah. Dan amal ibadah kita di terima oleh_Nya. Aamiiin…
Salam
Agustus 22, 2009 pada 2:48 pm
Mbak Sitine lagi pergi….
Nandi to jan-jane iki?
Agustus 24, 2009 pada 1:51 pm
Coel beweh karo sayur
Mangan pitza isih mentah
Siki traweh ngesuk saur
Awan puasa nggolet berkah
Nginum susu njaluk tambah
Nyegah nepsu kebak ibadah
Ngaturaken sugeng siyam
Agustus 25, 2009 pada 11:28 pm
pamuji rahayu..
kangmas Jenang .. tindak pundi panjenngan..? np nembe nglampahi jejibahan ingkang awrat sanget..?
njih monggo nderekke… mugya tansah gangsar gampang lan kasugengan, anggenipun nglampahi sedaya menika.., sugeng ngibadah siyam mugya tansah pinaringan kekiatan lahir bathos angsal berkahing Gusti Kang Maha Wenang.., nyuwun gunging pangaksami.
matur sembah nuwun
salam sihkatresnan
rahayu .
Agustus 27, 2009 pada 2:50 am
Para Sahabat mari kita gunakan momentum PUASA RAMADHAN ini untuk mempersatukan RASA.. membentuk satu keluarga besar dalam persaudaraan ber dasarkan CINTA DAMAI DAN KASIH SAYANG.. menghampiri DIA.. menjadikan ALLAH sebagai SANG MAHA RAJA dalam diri.. menata diri.. meraih Fitrah Diri dalam Jiwa Tenang.. menemukan Jati Diri Manusia untuk Mengembalikan Jati Diri Bangsa
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabat Sahabatku terchayaaaaaank
I Love U fullllllllllllllllllllllllllllllll
September 16, 2009 pada 9:45 pm
Mohon maaf Lahir Batin
September 18, 2009 pada 8:46 pm
Kedaling rasa nu pinuh ku bangbaluh hate, urang lubarkeun, ngawengku pinuh ku nyuuh, meungpeung wanci can mustari. Taqabalallahu Minna Wa Minkum
Wilujeng Idul Fitri 1430 H, sim kuring neda dihapunten samudaya kalepatan.
Kuring neda dihapunten kana samudaya kalepatan, boh bilih aya cariosan anu matak ngarahetkeun kana manah, da sadayana oge mung saukur heureuy, manusa mah teu tiasa lumpat tina kalepatan jeung kakhilafan
September 18, 2009 pada 8:51 pm
Terselip khilaf dalam candaku,
Tergores luka dalam tawaku,
Terbelit pilu dalam tingkahku,
Tersinggung rasa dalam bicaraku.
Hari kemenangan telah tiba,
Semoga diampuni salah dan dosa.
Mari bersama bersihkan diri,
sucikan hati di hari Fitri.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H
Taqoba lallahu minnaa wa minkum
Shiyamanaa wa shiyamakum
Minal ‘aidin wal faizin
Mohon maaf lahir dan batin
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllll
September 23, 2009 pada 9:19 am
Nyuwun duko
Sugeng Riyadin Kang Jenang
Kulo ngaturaken sedoyo kalepatan, sami-sami atur pangapunten…
Nuwun
Oktober 8, 2009 pada 1:59 pm
Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll
Oktober 8, 2009 pada 1:59 pm
MENGUCAPKAN SELAMAT ATAS NAMA PERSAHABATAN DAN PERSAUDARAAN
SEMOGA DENGAN BERJALANNYA WAKTU SEMAKIN MEMPERSATUKAN KITA SEMUA.. TIDAK MELIHAT SIAPA KAMU.. APA AGAMAMU.. APA MAZHABMU.. TETAPI DENGAN MENYADARI KITA BERASAL DARI YANG SATU..
SALAM SAYANG SELALU
Oktober 9, 2009 pada 11:47 am
kêpêksa dadi adu wulêding kulít lan atósíng balúng, kari si sétan ngguyu ngakak bungah-bungah.
sik…sik…. tak pikire disik.
Oktober 13, 2009 pada 10:40 am
Kang Jenang,apa kabar…
Koq udah lama enda beredar.
Kemana saja nih.
Salam Persahabatan.