Wayang Star Wars
Desember 12, 2008
Membaca tulisan Danalingga terbaru saya jadi teringat dongeng di sebuah sekuel film, yaitu Star Wars. Dalam jagad pewayangan karya George Lucas itu ada dua sisi berseberangan yang selalu saling berusaha mengalahkan, hitam dan putih. Sisi putih diwakili ksatria pinandita yang disebut Jedi, sedangkan di sisi sebaliknya ada Sith. Masing-masih punya falsafah hidup dan bisa dipastikan saling bertentangan. Katanya sih diambil dari ajaran Buddha.
Jedi (Putih)
There is no emotion; there is peace.
There is no ignorance; there is knowledge.
There is no passion; there is serenity.
There is no death; there is the Force*.
Sith (Hitam)
Peace is a lie, there is only passion.
Through passion, I gain strength.
Through strength, I gain power.
Through power, I gain victory.
Through victory, my chains are broken.
The Force* shall free me.
* Force di sini bisa dibilang Tuhan kalau dalam ajaran agama-agama pada umumnya.
Desember 12, 2008 pada 9:56 am
pilihannya ada 3, piye maksude? kejawen iku melu sing endhi, putih ato hitam ato punya warna sendiri to? salam
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he he… ya, warna sendiri walaupun mungkin memper yg Jedi. salam juga.
Desember 12, 2008 pada 11:04 am
Kalu saya kok pilih jadi jurinya saja…
▄▄▄▄▄▄
SJ: Sri Kresna kalo gitu.
Desember 12, 2008 pada 1:14 pm
voting sementara kejawen yg menang…
*komentar yg maksa
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he he… mungkin karena ada efek Sang Hyang Wenang.
Desember 12, 2008 pada 1:50 pm
lha dalange sopo?
▄▄▄▄▄▄
SJ: panjenenganipun Ki George Lucas.
Desember 12, 2008 pada 2:04 pm
walah, baru tahu kalau ada wayang satar wars, hiks. perang bharata yudhanya rame nggak, mas jenang? duh, itu item vote-nya imbang nggak sih, mas, ada si putih (jedi), si hitam (sith), dan kejawen, hiks, apa memang kejawen itu abu2 toh, mas.
▄▄▄▄▄▄
SJ: kejawen kan menganut keselarasan, pak. tidak mengalahkan si hitam, tapi mengendalikan
Desember 12, 2008 pada 5:32 pm
kenapa yah saya kok lebih condong ke sith.
kenapa yah?
▄▄▄▄▄▄
SJ: jawabnya ada di dalam diri sepertinya… *halah-halah*
Desember 12, 2008 pada 5:46 pm
Pengennya sih milih Jedi, apalah daya hati saya lebih condong ke Sith..
Duh…
▄▄▄▄▄▄
SJ: kejawen aja..
Desember 12, 2008 pada 8:49 pm
*baca dua komen di atas*

kadang jujur tidak melulu menyakitkan ya, malah rasanya lega…
yeah, katakan “tidak” pada Jedi, sebab jedi itu haram hukumnya
*nggak fokus*
*coblos nomor urut 2 dengan bangga*
*ngeloyor*
▄▄▄▄▄▄
SJ: Jedi dan Sith mungkin juga persona.
Desember 12, 2008 pada 8:52 pm
eh..eh….eh.., kenapa sith dan jedi ketemu pada satu kata kunci ‘force’…?
katanya sih force itu sekedar manifestasi bukan esensi..
jadi mumet deh…
▄▄▄▄▄▄
SJ: setahu saya malah kedua pihak tahu bahwa force adalah esensi. bedanya, kalo jedi ingin melayani force, sedangkan sith menganggap force adalah pelayan.
Desember 12, 2008 pada 8:54 pm
heh .. ndak ada yang milih jedi ?
▄▄▄▄▄▄
SJ: terlalu ideal kayaknya, mending kejawen saja (keselarasan).
Desember 12, 2008 pada 8:59 pm
Kalau Kresna itu juri yang ndak adil. Mending sekalian Baladewa.
Dari wajahnya, Kresna itu hitam lho Mas. Kalau konsisten2an tetep Baladewa. makanya senjatanya saya abadikan jadi nama anak saya, FAIZ NENGGALA. (katanya, Faiz = kemenangan, Nenggala kan senjata. Faiz Nenggala saya maksudkan sebagai senjata buat capai kemenangan)
▄▄▄▄▄▄
SJ: bukannya Kresna paham skenario dasarnya, Putih harus menundukkan Hitam? tinggal prosesnya aja lewat mana. tapi Baladewa mungkin bisa juga.
Desember 12, 2008 pada 9:02 pm
Ini Halte apa ada di Australi ya. Jaraknya kok jauh amat. Ibaratnya dari Anyer sampai Panarukan baru ada 1 halte. Nunggunya luama banget.
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he he… alon-alon waton sempet..
Desember 12, 2008 pada 10:08 pm
ehm ehm… saya milih Yoda! mukanya lucu sih
*lho kok ga ada di poll?!?*
▄▄▄▄▄▄
SJ: gak bisa dong. Yoda itu kan Jedi juga.
Desember 12, 2008 pada 10:10 pm
Saya milih jadi dalang aja.
▄▄▄▄▄▄
SJ: Sri Kresna juga dong, berarti kejawen.
Desember 13, 2008 pada 5:06 am
saya ga setuju dengan (semua) kata-kata baik Jedi maupun Sith. Kalo Kejawen, bukan daerah main saya, jadi ga bisa milih juga.
Saya menolak pernyataan Jedi bahwa tidak ada emotion, passion, ignorance dan death.
Emosi ada, belajar kenali emosimu (mind) jika ingin mengecap peace. Ignorance ada, maka perlu knowledge (a.k.a. brahmavid, the Highest knowledge) untuk membebaskan diri dari ignorance. Passion ada, tapi bukan untuk diumbar, kalo dikontrol maka bisa kenal serenity. Death is real, every moment arises and passes away, that’s the principle of death.
Apa itu Force? (selanjutnya Force disingkat sebagai F)
Apakah F selalu ada (memiliki inherent existence) atau tergantung pada hal lain (non-existence)? Kalau F selalu ada, maka F tidak terciptakan dan tidak akan pernah punah. Di lain pihak, sesuatu yang selalu ada tidak bisa menyebabkan hal lain supaya ada (cause-effect relationship). Karena semua hal yang menjadi cause-effect kenal prinsip arising-and-passing-away. Jika mau menjadi cause, maka dia tidak bisa selalu ada. Hal yang menjadi cause mengandung effect di dalam dirinya sendiri, kasus sebab-akibat yang membuat effect manifes cuma bisa terjadi jika potensi efek sudah ada dalam cause.
Andai F mau klaim bahwa F bisa menciptakan effect, berarti effect laten sudah ada dalam F. Tapi jika F memiliki inherent existence, dia tidak bisa membawa effect dalam manifestasi karena tidak berlaku hukum arising-and-passing-away. Jika masih mau ngotot F punya kemampuan menciptakan effect, maka sebetulnya effect sendiri tidak bisa dikatakan sebagai effect karena effect sudah selalu ada dalam F. Just like F, effect always is.
Akhirnya proses penciptaan itu sendiri dinegasi.
*Hasil mumet baca Mulamadhyamakakarika*
…
Kayaknya saya perlu bikin posting sendiri buat bahas topik ini
▄▄▄▄▄▄
SJ: Jedi kayaknya semacam kesadaran malaikat deh, sedangkan Sith mewakiki kesadaran setan. jadi, pilihan ketiga mestinya manusia aja ngkali…
Desember 13, 2008 pada 5:50 am
Eh ada fasilitas vote begini ya di WP, cakep ya
Aku milih yg gak banyak dipilih aja ya, untuk menjaga keseimbangan alam
▄▄▄▄▄▄
SJ: kalo gitu mestinya ada pilihan utk timbangan juga…
Desember 13, 2008 pada 12:04 pm
weleh, kok jadi kejawen sih… malah jadi bingung saya, hehehehe
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he… dah lama gak ke sini.
Desember 13, 2008 pada 2:45 pm
Aku milih KeJawen, soalnya jawabannya juga maksa seh!
▄▄▄▄▄▄
SJ: saya berhasil berarti…
Desember 13, 2008 pada 3:29 pm
kejawen abu-abu keknyah…
▄▄▄▄▄▄
SJ: bukan… tapi selaras *halah*
Desember 15, 2008 pada 9:54 am
aku milih Nimas Dudul Mendut wae lah
▄▄▄▄▄▄
SJ: bukannya didudul mental-mentul…
Desember 15, 2008 pada 5:07 pm
Lha.. kejawen tokohne piye… nang setengah jedi sebelah sith?…
▄▄▄▄▄▄
SJ: tokoh manusia sejati… muahaha
Desember 17, 2008 pada 8:17 pm
:::he..he…keduanya ternyata menemukan titik yang sama, bernama kebebasan…. lho koq ketemunya kejawen yak…
▄▄▄▄▄▄
SJ: kan keselaran, zal.
Desember 18, 2008 pada 12:16 am
Hayya … menikmati lebih nyaman dari memikirkan he he
▄▄▄▄▄▄
SJ:
Desember 18, 2008 pada 11:38 am
nggak setuju kalau hitam dan putih.. kesannya terlalu rasis…
hmmm udah bosan sama dualisme…
▄▄▄▄▄▄
SJ: sip, kejawen berarti?
Desember 18, 2008 pada 2:04 pm
ceritanya kayak jiplak wayang jowo ae dul…
▄▄▄▄▄▄
SJ: emang… kayakna ngambil inspirasi dari sini.
Desember 20, 2008 pada 9:39 am
Wayang versi star wars, yang versi kelir (Jawa) juga asyik koq…
▄▄▄▄▄▄
SJ: ya, betul… cuma buat anak jaman sekarang *halah* starwars lebih keren.
Desember 21, 2008 pada 8:53 pm
hallo, sobat. aku hanya ingin mengucapkan ; selamat malam kepadamu, sdh lama aku tdk singgah di rumah tapamu ini.
Bagaimana kbhrnya.
salamku.
▄▄▄▄▄▄
SJ: baik-baik saja. salam juga.
Desember 23, 2008 pada 9:37 am
bagi saya warna-warna itu sering tak jelas.. yang putih penuh bercak noda darah, yang hitam juga tampak berkilauan..
*halah komentku juga gak jelas sepertinya*
▄▄▄▄▄▄
SJ: katanya kan hanya dengan diam / hening segala sesuatu tampak kian jelas.
Desember 23, 2008 pada 9:51 am
Putih hitam…..saya rasa keduanya saling berhubungan….
Kalau tidak ada si hitam bagaimana si putih bisa terlihat putih
Kalau tidak ada si putih bagaimana si hitam bisa terlihat hitam
▄▄▄▄▄▄
SJ: ya, sebagai pembanding lah…
Desember 23, 2008 pada 7:37 pm
KUla Nuwun Mas Siti Jenang…
senang membaca refleksi yg mendalam
Nderek ngangsu kawruh njih…
Kejawen menurut pengamatan saya menyediakan jalan pada siapapun untuk secara tepat menjatuhkan satu pilihan di antara dua persimpangan jalan itu.
menghayati kejawen dgn sungguh2, akan membawa seseorang berada pada pilihan yg pener, pas, dan berada dalam jalur Hyang Widhi, Hyang Mahasuci.
KEJAWEN merupakan salah satu Jalan meraih yg PUTIH.
Rahayu
▄▄▄▄▄▄
SJ: ini cuma nemu di internet aja sih, mas. setuju, kejawen seperti belajar menghayati peran hidup. caranya tentu dengan kenal diri lalu Gustinya dulu…
Desember 23, 2008 pada 7:55 pm
hitam tak bisa disebut hitam tanpa putih,
dan putih tak bisa disebut putih tanpa hitam.
*emang kayak gitu yak??*
jadi ngerasa aneh sendiri..
▄▄▄▄▄▄
SJ:
Desember 26, 2008 pada 9:24 am
sayang gak pernah nonton star wars
▄▄▄▄▄▄
SJ: nonton lah sekali-sekali… bajakan banyak kan
Desember 30, 2008 pada 10:26 am
SUGENG WARSA ENGGAL KANG SITI JENANG
HAYU RAHAYU KANG SAMYA KETEMU
▄▄▄▄▄▄
SJ: sugeng warsa enggal ugi.
Desember 30, 2008 pada 1:55 pm
tetep milih soewoeng
amargo soewoeng iku dalan uripku
▄▄▄▄▄▄
SJ: he he he… soewoeng always…
Desember 31, 2008 pada 2:46 pm
semua sith dulunya pernah jd jedi loh …… gak ada yg tiba2 bisa jadi sith tanpa jadi jedi terlebih dahulu
▄▄▄▄▄▄
SJ: ya, sejarahnya emang begitu sih dari expanded universe. eh, tapi muridnya Count Dooku?
Januari 21, 2009 pada 2:28 am
he… he… dualitas harus menjadi unity kesatuan, seperti sepasang kekasih harus dipersatukan dalam jenjang pernikahan, bukan lagi dua tapi satu adanya. susah senang, kuat lemah, lenyap yang ada sejatinya diri susah hanya senyum, senang pun cuma tersenyum…… he he mungkin gitu ya mas jenang
salam kenal 2x he he he belum disapa nih tamunya mas wong cilik
▄▄▄▄▄▄
SJ: ya, teorinya begitu… dua-duanya adalah keniscayaan.
Januari 22, 2009 pada 2:15 am
Star war koq kaya Taichi ya, putih dan hitam melingkar lingkar tak terpisahkan tapi juga tak menyatu, dua dua nya mesti exist (kaya yang dibilang saudariku mujahidahwanita), tak berbenturan tapi juga tak menyatu, anehnya hitam ada didalamnya putih dan putih ada didalamnya hitam, lhah.. koq malah jadi ruwet. al mbuleti.
kayaknya mesti nyuwung dulu di awang uwung deh….
salam kenal mas jenang dan semua nya
▄▄▄▄▄▄
SJ: di dalam gerak ada diam, tapi dalam diam pun ada gerakan.
Februari 27, 2009 pada 6:59 pm
menurut saya, pertanyaan semacam ini sepatutnya disodorkan kepada Mas Hayden Christiansen alias Anakin Skywalker, jedi pembelot yang akhirnya memilih dark force, sehingga disah kan oleh Darth Sidious sebagai Darth Vader…
karena hitam belum tentu selamanya hitam, dia butuh cahaya untuk meluruhkan hitamnya menjadi putih…
mungkin dalam saga Star Wars luruhnya ‘hitam’ pada diri Darth Vader adalah cintanya kepada Luke Skywalker; sang anak…
▄▄▄▄▄▄
SJ: ya, betul. sayangnya penggambaran soal pembelotan Anakin terlalu singkat.