Tren Busana Baru: Batik Indonesia?
Februari 15, 2008
Teknik pewarnaan pada garmen yang kini kita kenal sebagai batik konon berasal dari bangsa Sumeria. Setelah itu dibawa ke pulau Jawa dan dikembangkan lebih lanjut. Hasilnya, batik sampai kini masih identik dengan Indonesia, meskipun soal hak cipta katanya sudah diambil tanpa perlawanan oleh negeri tetangga. Kabarnya batik sudah menjadi salah satu warisan budaya dunia. Barangkali ini hal yang wajar karena kita kan katanya keturunan bangsa Atlantis *haiyah*
Tapi, bisnis batik tak hanya didominasi oleh bangsa kita (atau mungkin belum pernah) dan beberapa bangsa tetangga yang juga ada sejarah batiknya. Baru-baru ini Adidas meluncurkan produk eksklusif yang hanya dibikin dalam jumlah terbatas (1000 biji di seluruh dunia). Produk apparel yang mengambil warna tradisi budaya kuno. Saya tidak tahu apa mesti bangga, sedih, atau malu. Bangsa kita sepertinya hanya gemar promosi kultur sendiri yang konon adiluhung. Di sisi lain, pemanfaatan atau keuntungan dari kebudayaan kita sendiri lebih banyak dipanen bangsa lain.
Bagaimana menurut Anda?
Februari 15, 2008 at 7:44 pm
Buyseeet… keren banget, inovasi yang bener-bener 10 jempol….!!!
Kenafa kita selalu ketinggalan dalam adu cepat kreasi dan inovasi???
-> bangsa konsumen sih… maunya cuma beli, males bikin.
Februari 15, 2008 at 8:29 pm
baguuuussss…
baguuuuussssss…
sip, la wong wni aja bisa dibeli dan diakui negara tetangga kok.. wajar pak!
sakit rasanya kepala ini…
-> yang laki dibeli, yang perempuan digagahi. pemerintah dengan bangga memaknai sebagai pahlawan devisa. laaaah?
Februari 15, 2008 at 8:44 pm
jangan salahkan adidas kalau sampe mereka memproduk batik berkualitas. justru harus membuka mata dan pikiran kita bahwa selama ini kita abai terhadap budaya sendiri. *halah* keren2 juga yak produknya mas jenang.
-> he he he… emang. tapi kalo dijual di sini belum tentu laku juga. jangan-jangan dianggap ndeso.
Februari 15, 2008 at 8:55 pm
Sepatunya itu mantap banget, kira-kira mo di cetak komersil nggak ya? Saya berminat juga tuh.
-> principal indonesia gak tau mau ambil atau gak. kalo gak cuma beredar di luar. harganya sih sekitar 1,3 juta
jiwarupiah.Februari 15, 2008 at 10:48 pm
dan celakanya pemerintah (a.k.a penguasa) lagi2 ga bakalan peduli dengan ini, apa ndak haibat ini negri… hmm..
-> kalau disertai iming-iming investasi mungkin baru peduli..
Februari 15, 2008 at 11:39 pm
Kalo barang lewat perencanaan yang matang pasti hasilnya bagus. Waktu Nike mengeluarkan trilogi Kresna-Arjuna-Gatot Kaca dgn tagline “Ini Kandang Kita” di Piala Asia 2007, jersey mereka laris manis!!!
Padahal harganya Rp. 599.000,- bandingkan dengan jersey sebelumnya keluaran Adidas yg hanya dibandrol Rp. 149.000,- Tidak terbayangkan sebelumnya, apalagi ketika itu Nike mengikat kerjasama dgn PSSI utk 5 tahun hingga 2012. Mereka mau “bayarin” semua perlengkapan timnas sampe timnas U17.
Petinggi PSSI ketika itu senangnya bukan maen, mereka bahkan memasukkan deal Nike itu dalam argumentasi dengan DPR. Mereka merasa untung. Nugraha Besoes mengatakan bahwa timnas Indonesia sudah disejajarkan dengan Brasil, Belanda, Kroasia, AS, Meksiko dan Australia yang menggunakan apparel yg sama.
Namun fakta yg muncul belakangan adalah Nike Meraup Untung Rp. 2 miliar! Hanya dalam kurun waktu 2 tahun… Weeeksss.. akhirnya yg benar-benar beruntung terkuak belakangan.. Jadi, kalo Adidas mengeluarkan versi Batik, tentu lewat riset yg mendalam dan melihat pasar Indonesia dan worldwide yang terhampar luas!!!!
Salam
- Anak Tiri “Nurdin Halid” -
-> betul itu… bangsa buntung, rakyat bingung.
Februari 15, 2008 at 11:50 pm
Setiap kita memiliki sesuatu yg unik…
tidak terkecuali dalam hal budaya suatu bangsa atau negri…
jika sidik jari saja YMK sanggup membuat beda, apalagi cuma soal budaya…
yg jadi masalah adalah…
tidak adanya tanggung jawab kita dalam setiap pemberian-NYA yang unik itu…
jangankan menjaga sesuatu yg unik… menjaga yg umum2 saja kadang kita menunjukan prilaku yg tidak bertanggung jawab…
jadi… jangan salahkan siapa2 jika terjadi kehilangan / kerusakan budaya kita yg unik…
budaya itu akan diberikan kepada siapa saja yg bisa dan mau bertanggung jawab…
Sekarang kita Ambil contoh kasus ‘batik’ ini….
————————————
“….. bisnis batik tak hanya didominasi oleh bangsa kita (atau mungkin belum pernah) dan beberapa bangsa tetangga yang juga ada sejarah batiknya. Baru-baru ini Adidas meluncurkan produk eksklusif yang hanya dibikin dalam jumlah terbatas (1000 biji di seluruh dunia)……”
————————————
Hilangkan semua bentuk hayalan kosong….
ayo kita berbuat…..
ayo kita berkompetisi dg negara2 lain….
terlepas siapa yang berhak memegang hak cipta… ayo kita buktikan siapa yg sanggup meng’inovasinya….
Lebih mati berkalang tanah, ketimbang hidup hanya menyaksikan negara2x lain tertawa di atas budaya kita…..
-> betul juga. siapa saja bisa mengambil manfaat sinar mentari. bukan hanya penghuni wilayah tropis.
Februari 15, 2008 at 11:51 pm
sepatune apik,
kok di tempat kita batik hanya digunakan untuk itu2 saja kurang kreatip dan inovatip .
*ngetok kain batik bikin kaos kaki*
-> bikin gorden batik bagus juga lho…
Februari 16, 2008 at 4:16 am
ternyata pengaruh brand sangat kuat yah..
kalau saya mungkin nggak akan ada minat wat beli produk itu kalau bukan karna merknya huhuhuhu
-> saya punya kaos batik. merk sastrajendra pun tidak masalah, asal desain menarik dan nyaman dipakai. tinggal masalah kepintaran dalam berpromosi saya kira.
Februari 16, 2008 at 5:14 am
Buat ke mantenan bisa ndak ya?
*lagi males panjang-panjang*
-> he he he… kalo yg jaket kesannya paling gak buat paswalpres deh..
Februari 16, 2008 at 3:46 pm
::wah panjenengan malah sedang mempromosikan produk tersebut,
namun memang Indonesia sepertinya pasar yg luar biasa besar…, beberapa penyanyi asing masuk kesini dengan berduet dengan penyanyi yg terbilang memiliki pangsa yg besar, namun penyayi kita merasa beruntung juga sebab kemungkinan akan dikenal diluar negeri…, namun untuk batik dunia sepertinya mengakuinya berasal dari indonesia, cuma orang-orang dunia tau engga dimana indonesia…jangan-jangan katanya dekat dengan bali… 
aniwey…semua kerugian manusia karena lalai dengan apa yang ditempatkan padanya, karena seringnya melihat diluarnya…
-> he he he… mau gak mau jadi promosi juga neh. memang liat yg di luar lebih praktis. kalo yg dalem kan mesti menelanjangi dulu… *halah*
Februari 16, 2008 at 4:02 pm
saya koq dadi mikir :
hak paten batik.. diambil negara tetangga
diversifikasi penggunaan batik…di tangani serius merek terkenal sedunia
jangan-jangan hasilnya:
We proudly presenting a new trend in fashion… batik, originated from m******a
jahhhh
-> bisa jadi begitu. sibuk belajar budaya asing, tiba-tiba saja sudah diasingkan.
Februari 16, 2008 at 9:42 pm
Bagus … itu menandakan nenek-moyang sangat kreatif dengan manusia sejamannya, sementara kita yah … ketinggalan deh. Mudahan jadi pemicu untuk lebih kreatif. Bagaimana menurut Sampeyan?
-> ya, sepakat pak. enggan menggali dan mengolah kekayaan sendiri, tapi lebih senang menyerahkannya kepada pihak asing. kita tinggal beli produk jadi.
Februari 17, 2008 at 12:35 am
wah kreatip Njeng, tapi kok kurang simple yak, ah yg penting beda, salut buat adidas
-> sepertinya asal templok warna batik aja sih. beda kalo orang kita sendiri yg bikin… barangkali…
Februari 17, 2008 at 12:40 am
sedih juga sebetulnya itu yang bikin orang luar, tapi kalo yang bikin orang Indonesia pake merk lokal apa akan laku (dan seheboh ini) ya?
(* tadinya saya kira mbah siti sekarang buka butik juwalan baju & sepatu
)
-> he he he… pengennya sih punya butik. sebetulnya minat orang Indonesia lumayan kok. produsennya aja gak berani kreatip.
Februari 17, 2008 at 2:21 am
tambahan:
sandal batik
-> sayangnya cuma diinjek…
Februari 17, 2008 at 9:28 am
>Goenawan Lee
Ya bisa… Kalau sampeyan mau…
Februari 17, 2008 at 11:06 am
bagus juga tuh…
-> keindahan kan harus bermakna… muahahaha *kabuuuuur*
Februari 17, 2008 at 12:24 pm
kayaknya kalo batik lokal (pekalongan misalnya) bikin produksi kayak gini, keren juga tuh..
trus kasih harga yang lebih murah,
tapi ati-ati ntar ditiru negara sebelah
Februari 17, 2008 at 12:29 pm
Nelson Mandela juga pakai batik bikinan Iwan tirta loh (nambahin comment coz bingung kok link ke blog anungr.wordpress.com nggak muncul ya?
)
-> ubah dong di profil situ.
Februari 17, 2008 at 2:01 pm
Sneakernya okew banget tuh….brapaan ya? sayangnya limited edition…kalo massal mungkin harganya jauh lebih rendah ya….by the way, Adidas pinter juga ya, mereka gak perlu bikin riset yang biayanya jutaan dollar…..
Itu satu, dua, Grup Berca (pemegang hak pembuatan sepatu Nike di Indonesia) ngapain aja ya? sibuk bikin bantahan kasus ‘Nike masuk istana’ ya? hahahahaha…..Hartati-nya lagi demen bikin gedung-gedung komersial seh (contohnya Senayan City, Jakarta International Exhibition Center, de el el). Secara bikin gedung lebih mudah dibanding sepatu, sebab gak perlu pake desain aneh-aneh, lha desain biasa aja Senayan City-nya udah laku kok…hikz hikz hikz
-> padahal di dalemnya jualan produk asing. keliatannya aja untung, tapi terlihat kemudian siapa yang sesungguhnya diuntungkan.
Februari 18, 2008 at 3:40 am
weeeeiiiii…. keren tuuuuhhhh….
-> mahal….
Februari 18, 2008 at 9:44 am
Mungkin karena kita kurang kreatif, jadi gak ada inovasi atau juga modifikasi seperti gambar itu….
Iya juga bingung ya mesti banga atau sedih?
-> gak punya keberanian kayaknya. nunggu orang asing jual dulu. kalo laku, lha… latah.
Februari 18, 2008 at 10:38 am
wah keren banget tuh! di mana bisa dibeli?
-> googling aja… ada beberapa toko kayaknya.
Februari 18, 2008 at 12:42 pm
ah kita masih sering malu kok sama budaya kita sendiri
-> malu kalo ketempelan. kalo udah diambil orang, mauuu…
Februari 18, 2008 at 1:40 pm
yupzz,, masih sama dengan komengtar lain,, apa iya kalo dibikin sendiri (tanpa merek kenamaan) masih ada yang mau beli?? *mulai gak yakin*
-> paling gak saya mau beli. udah satu orang tuhhh….
Februari 18, 2008 at 2:11 pm
diskon berapa nich..?
boleh cicil ga?
-> he he he… di forum kaskus malah udah ada KW1-nya.
Februari 18, 2008 at 10:42 pm
dan saya yakin, mpe hari ini belum ada pejabat yang tahu klo Nike ngluarin ini, ato pura2 buta tepatnya
-> koreksi: Adidas. pejabatnya mungkin malah pesen duluan…
Februari 19, 2008 at 8:06 am
Setelah ane investigasi… Pak Siti ini ternyata Marketing Manager Adidas Kawasan Asia Tenggara
-> muahaha…
Februari 19, 2008 at 8:16 am
keren coy…
pesen satu boss!
-> mahal coy… mending beli KW aja… wakakaka.
Februari 19, 2008 at 9:30 am
Ada suatu penelitian bahwa di Indonesia “otot & syaraf yang sangat terlatih bagi orang Indonesia hanya terletak di bagian MULUT saja, jd jangan heran kalau bangsa kita ini hanya bisa berdebat, dialog, adu argumentasi, mungkin termasuk saya… heeeeee
-> muahaha… sepertinya bener tuh. kalo di tangan (nulis) masih mending barangkali.
Februari 19, 2008 at 9:39 am
negara kita kurang bahan… bahan pemikiran, yang ada difikirannya cuma nilep doank!!!
-> istilahnya sumbu pendek. gampang patah, gampang nilep, gampang marah, dll.
Februari 19, 2008 at 9:58 am
klo mo pesen dimana ya…?
-> mending merancang sendiri aja deh…
Februari 19, 2008 at 7:16 pm
*lagi suntuk*
*abig jjs kontrol warga*
*trus tiba2 kaki pegel banget*
*leyeh-leyeh dulu ah disini*
*sambil mikir2 nyari hubungannya antara batik dan atlantis*
-> kalo teori Atlantis di Indonesia bener, berarti kan kita mewarisi budaya mereka juga. ya maklum lah kalo apapun dari kit jadi warisan dunia… muahaha… *narsis*
Februari 22, 2008 at 7:13 am
Siip deh…. kalau batik bisa mendunia, mudah2an bisa membawa harum nama Indonesia.
Btw, Indonesia itu termasuk keturunan bangsa “Atlantis” atau bangsa “Pasifis” sih?? Kan bukannya Indonesia lebih dekat ke Samudra Pasifik daripada Atlantik?? Hehehe….
-> laaah… diklik dulu dong itu link
Februari 22, 2008 at 2:35 pm
Jaket bermotif batik?..waktu kecil saya pernah dibelikan oleh mbah kakung saya….
Februari 24, 2008 at 8:23 am
adidas? jadi semua sudah didominasi orang lain? hm…
Februari 25, 2008 at 6:54 pm
Kemana supir bus-na ya???
-> lagi banyak kerjaan nih… fiuh… blom sempet nulis lagi.
Februari 25, 2008 at 9:07 pm
Kayaknya sih, kita sedang melepas beban masa lalu. Terus, ke masa depannya lagi bingung. Banyak yg hilang sih.
-> apa yang hilang katanya bisa ditemukan.
Februari 26, 2008 at 4:20 pm
whua keren.. tapi sayangnya sekarang jarang anak muda yang melirik batik.. lebih suka produk uni Eropa…padahal sebenarnya… kalau dilihat dari iklimnya.. orang Indonesia tuh lebih sesuai mengenakan batik karena dingin di badan.
-> betul, mbak. seperti pake kacamata riben tapi di malam hari. mau nggaya tapi salah tempat dan waktu.
Februari 28, 2008 at 9:39 am
eh,,gw baru liat lo batik dipakein di sepatu..
keren! tapi pasti mahal deh
-> muahalll banget… mending kita bikin sendiri aja.
Februari 29, 2008 at 9:05 am
Loh..loh…perasaan tadi malem dah urun rembug disini, halah…halah…gak nyangkut toh..ono opo iki..ono opo iki..??.
Kang koyone aku hanya bisa melongo saja mencermati LAKON dan geliatnya peradaban warisan leluhur yang emang kelihatan mulai MATI SURI di Negeri asalnya. Lah kepiye wong Malaysia yg nota bene dulunya belajar MBATIK dan Sekolah di negeri kita, kini malah menjadi ICON dalam percaturan Global. Lah yg pegang hak PATEN pemasaran BATIK kok malah Malaysia ki piye ceritane..?? Yah..yah…ternyata warisan budaya leluhur dah kelihatan mulai MATI SURI di negeri asalnya. Kekayaan alam yg konon jarene melimpah yo..sama saja telah dikeruk habis-habisan oleh Bangsa laen…dan kita??? hanya melongo dan cukup PUAS dengan bagian PROSENTASE yg minim…
Wis…embuh…SEDIH kah kita..?? Seneng kah kita…??
-> katanya itu bernama instanisme… atau mungkin cupetisme..
Maret 6, 2008 at 8:03 pm
keren!!!
tapi ga punya duit buat beli…
ada yang gratis ga?
hmmm…
April 30, 2008 at 3:20 pm
omong-omong di lampung juga batik udah menjadi trend, ga cuman jd celana tidur tapi jg anak2 nongkrong dah mulai pake’….
tapi ada juga yang buat jok montor,….yah biarpun kebanyakan cuman motifnya doank!!!!
sy bakal lebih seneng lagi klu smw orang mau make batik yah walaupun sbg langkah awal cuman buat acara resmi gitu..
Mei 12, 2008 at 6:55 am
numpang nitip link mengenai sosok Indonesia yang unik dan sangat orisinil, seorang preman tapi religius :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/05/10/tongam-sirait-preman-yang-religius/
terima kasih
ok. saya udah liat, bang.
Mei 15, 2008 at 11:02 am
itulah kenyataan mbah…. bahkan tidak hanya batik, seperti pace saja hak ciptanya tidaK dari negara Indonesia, dan mengenai batik saya pernah membaca ada seorang Bayer dari Italia (namanya “M”) YANG TERGOLONG orang berkelas yang sekarang ada ratusan atau bahkan ribuan perusaahaan di indonesia yang setiap harinya siap mengeksplorasi semua yang ada di indonesia. jangan salahkan warga negara indonesia kalo mereka menjual informasi (sample) hanya untuk sesuap nasi. pertahanan dan keamanan negara ini juga tergantung pada kemakmuran rakyatnya (walaupun tidak mutlak disini). hal yang sangat pelik… IKUT PRIHATIN NEGARA KITA KECURIAN.
HANYA DENGAN RASA nasionalisme yang tinggi yang mampu merobohkan kerusakan dan kerugian sumber daya alam dan sumber daya manusia INDONESIA.. BERSATULAH NEGARAKU
wah ada info rahasia nih. M? hmmm… Maldini kah?
)
Mei 15, 2008 at 11:11 am
BANYAK KOLEKTOR YANG MENJUAL KELUAR NEGERI… karena Negara kita belum mampu membayar barang-barang para kolektor di indonesia … (atau para kolektor yang rasa nasionalismenya tipis ataukan karena sesuap nasi) nanti kalo eka pratiwi jadi konglomerat akan membeli semua barang kolektor untuk saya jadikan moseum EKA PRATIWI di negeri Republik Eka pratiwi yang berdomisili di MEGA mendung
ooo… tinggal di puncak toh? emang tuh para pedagang nyambet ngelmu kapitalis, tapi tanpa idealisme dan nasionalisme. tinggal leep…
Mei 30, 2008 at 1:28 pm
Scarcely says : I absolutely agree with this !
aha
Mei 31, 2008 at 12:31 am
batik yah…huummmm!!!
i like it!!! karena indonesia punya booo!!! maju terus indonesia ku
maju ke mana nih? kalo sekarang mo maju ke jurang aja bawaannya…
)
Juni 8, 2008 at 6:19 pm
syukur lah ada kemajuan
Juni 21, 2008 at 12:23 pm
kita ini rasa”nya gak sadar kalau punya budaya yang berbobot.jadi banyak budaya(seni/karya nyata) kita yang dipake oleh bangsa lain yang kreatif(pebisnis’).padahal ini semua hasil dari buah pemikiran dan karya2 pendahulu kita yang bernilai tinggi.sedangkan kita tidak bisa menghentikan globalisasi ini yang begitu cepat.Dan kita sering lebih terlambat untuk mengembangkanya.kita harus bangga dengan budaya kita yang dikenal luas oleh bangsa lain.kita jaga budaya kita masing masing di setiap sudut daerah ini (bhineka tunggal ika). kita kaya budaya karena kita memang kaya alamnya, indah alamnya,kaya isi buminya..kaya ..kaya …tapi sampe kapan kita sayang sama budaya (ilmu/kawruh) kita sendiri…. mikir dul…dul . . .tangi…wis esuk…he.he…(gus… paringgono bejo)
mudah-mudahan belum sampek habis digombalisasi… he he he
Juli 2, 2008 at 8:37 am
::bro ternyata kita lupa, kalau adidas ada juga yg produknya Made In Indonesia…, jadi…aku ngga bilang lho kalau yg diatas buatan Indonesia, malah engga pernah liat tuh di toko-toko serba murah
kalo produksi sini kan gak dijual di sini. kalo ada berarti bocoran… he he he
Juli 11, 2008 at 2:21 pm
” BATIK ” ada satu pertanyaan untuk satu kata tersebut. Kenapa baru sekarang diperdebatkan, diperbincangkan, dikagumi, dan dipopulerkan sebegitu hebohnya?
Bagaimanapun juga yang namanya budaya dan tradisi akan bertahan dan berjaya di rumahnya sendiri jika tuan rumahnya juga berbudaya. Kita semua termasuk saya sendiri, sebaiknya juga ikut melestarikan dan menjaga juga mencintai budaya kita sendiri dimulai dari hal kecil yang kebanyakan orang pikir itu adalah hal sepele. misal : dalam keseharian kita dikalangan orang – orang lokal, sebaiknya kita menggunakan bahasa daerah masing-masing, mulai menggunakan kain batik sebagai pakaian sehari-hari.
Agustus 12, 2008 at 9:14 pm
C..O.O.L. BANGET BATIKNYA ! BOS !
Agustus 15, 2008 at 9:02 am
damn good!!!
wah dah saatnya anak negri lebih mengharagai warisan budaya ssendiri..jangan asik meniru budaya luar..
apalagi batik ini…..sudah banyak yg meniru..
di negara lain pake batik bangga banget…kalo negri sendiri..pake batik di bilang “ndeso” katrok” dll..
kalo satu hari sampe batik di klaim milik negri lain..baru rame2 unjuk rasa….(memalukan sebenarnya)
ingat kasus reog, dan lagu daerah kita yg di klaim malaysia….
tak lupa tentang tempe yg pernah di klaim buatan jepang (wadow…kata “tempe” aja dr basa hawa..hahhahahahaha)
awalnya mana ada yg peduli..baru setelah ada kejadian gitu..pada senewen…:)):D
ayo kita cintai budaya kita….!!!!
Agustus 15, 2008 at 9:03 am
ralat: hawa=jawa..hehehhehehehehe:D
—
Agustus 15, 2008 at 9:48 am
BATIK, lebih banyak dipakai untuk pakaian resmi, untuk kondangan, dan beberapa lagi untuk pakaian kerja (lengan pendek) di bank dan pemerintahan. kesannya formal.
sedangkan untuk pakaian sehari-hari dan santai, rata-rata mereka gunakan yang beli di pantai dan pasar, dengan bahan yang gampang luntur dan lusuh, hal inilah yang akhirnya timbul kesan kurang menarik.
padahal kalau dibandingkan dengan baju2 polos / selain batik, kain / baju batik masih lebih murah dan kwalitasnyapun tidak kalah. untuk itu budaya memakai batik bukan diacara formal (identik dengan kondangan) perlu disosialisasikan.
sudahkah kita memakai batik hari ini …….??
—
SJ: kalo gak batik mungkin corak lurik dijadikan jas, mungkin bagus juga.
Agustus 27, 2008 at 4:30 am
Batik Rocks ! Harus go international tuhh
—
SJ: memang sudah go. untungnya buat ‘mereka’
September 6, 2008 at 8:00 am
klo blh taw hargany brapa sih??? soalny gw dah naksir ny minta ampun…….
—
SJ: gak tau deh. gak dapet info harga yg pasti sih.
September 6, 2008 at 8:42 pm
▄▄▄▄▄▄
Tes Sendiri
▀▀▀▀▀▀
Format Contekan:
▀▄▀▄▀▄
Januari 4, 2009 at 12:42 am
salam kenal,
@all setahu saya produk2 diatas diproduksi secara terbatas hanya 1.000 pcs untuk seluruh dunia dan dibagian tertentu produk tersebut ada nomor serinya……
para designer muda kita lebih senang dengan anime atau european style (sedih yah bangga dengan culture asing), dan kita lebih bangga dengan produk luar padahal sejujurnya produk mereka sejajar dan bahkan ada yang kualitasnya dibawah kita. mereka hanya jago nge-packing doang ….. tapi hasilnya luar biasaaa!
gimana designer muda Indonesia tertantang?
▄▄▄▄▄▄
SJ: tinggal merombak pandangan aja kayaknya… tidak perlu meniru “sana”, tapi kembangkan saja yg di sini.
Maret 1, 2009 at 10:29 am
jika membuka web ini jangan terlalu susah donk yach ok!! kan
▄▄▄▄▄▄
SJ: gak susah kok. ini udah disederhanakan juga.
Maret 1, 2009 at 10:33 am
sebuah batik adalah hasil dari karya seni tunas bangsa indonesia jadi kita harus melestarikan batik agar batik tidak direbut oleh negara lain dan batik juga dapat di guakan untuk fasion show juga kan oke kan
hatur nuhun !!!!!! salam kenal rudi herm@wan
▄▄▄▄▄▄
SJ: kita pake aja.
Oktober 3, 2009 at 12:24 pm
[...] http://sitijenang.wordpress.com/2008/02/15/tren-busana-baru-batik-indonesia/ [...]
Oktober 17, 2009 at 8:31 pm
baguuuuuuuuuuuuuuuuuuuus!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! ayo bikin dw,…………….!!!!!KAPAN