Malam Jumat Angker?
Desember 13, 2007
Ini tulisan kedua saya di dunia blog. Pas malam Jumat ya? Mendengar dua kata yang ditebalkan itu, hal yang muncul di benak sebagian dari kita mungkin adalah kata angker. Apa sih sebetulnya definisi angker ini? Sampai sekarang saya belum nemu. Kalau ada yang mau membantu, silakan dipaparkan di komentar.

Bicara soal malam Jumat, sudah banyak film layar lebar maupun sinetron yang memberikan citra serba seram dan suram soal malam satu ini. Di internet juga ada saksi-saksi pendukung di sini. Bahkan, malam 1 muharam atau biasa disebut orang Jawa sebagai malam 1 suro pun tak luput dari kesan seram. Bagi orang yang beragama Islam sekalipun. Padahal, itu kan sama dengan malam tahun baru?!
Kalau mau melepas sugesti dan asumsi, sebetulnya ada penjelasan yang logis dan mudah soal ini. Kalau orang yang paham soal penanggalan bulan mestinya sudah tahu jawabannya.
Tiap tahun sebagian umat Islam di Indonesia selalu menunggu penetapan 1 syawal. Salah satu caranya adalah “ngintip” rembulan. Awal siklus “munculnya” rembulan inilah yang dijadikan patokan awal bulan, bukan? Namanya aja penanggalan bulan. Berarti penentuan awal hari bukan saat matahari terbit dong. Awalnya ya saat bulan terbit… ya malam lah
Nah, berarti kan malam Jumat adalah awal dari hari Jumat, sebuah hari yang dianggap suci oleh umat Islam. Makanya, ada istilah malam Senin, Selasa, sampai Minggu. Lha, ternyata di internet juga ada yang jual buku soal malam Jumat di toko ini.
Soal kesaksian kejadian-kejadian aneh yang berkaitan dengan malam tersebut bukan urusan saya lah
Desember 13, 2007 at 11:40 pm
hahah… dikirain mau membahas yang begitu-begitu. tetapi boleh juga mas jika dibahas barangkali itu terkait dengan budaya masing2 orang di tiap2 daerah pasti beda… bagaimana?
-> terima kasih kunjungannya pak. saya tahunya budaya Jawa, itupun sedikit. mungkin saya cari dulu referensinya biar lebih jelas
Desember 13, 2007 at 11:40 pm
selamat atas kepindahannya dan tetap semangat!
Desember 14, 2007 at 11:18 am
hhhmmm … di kadipatenku masih subur hal – hal klenik seperti itu. ternyata memang harus diluruskan. sebenernya malam jumat itu adalah malam yang mulia jadi harusnya digunakan sebaik – baiknya, bukannya malah keluyuran.
makanya orang2 tua bilang “kalo pas malem jumat jangan keluar rumah, banyak hantunya”
kenapa alasannya harus “banyak hantunya” kalo hanya ingin mengatakan malam tersebut adalah malam yang mulia ?
jangan tanya saya dong ….
-> terima kasih atas kunjungannya ki demang. memang mingsih banyak hal-hal “sepele” yang kisruh. padahal itu jadi dasar berpikir kita. lha bigimana mo waras kalo yang jelas aja mingsih keliatan mbulet
Desember 16, 2007 at 5:09 pm
Assalaamu ‘alaikum Kyai Jenang, terimakasih sudah berkunjung ke blog saya. Buat saya, malam jum’at bukan malam yang menegangkan apalagi menyeramkan. saya selalu menantikan malam jumat, karena……. SUNNAT… hehehehe
-> wah, sama-sama online he he he… itu dia pak. saya niatnya nulis yang sepele aja lah. soalnya hal yang sepele sering terlupakan. soal SUNNAT itu saya diberi tahu tafsir yang kurang populer, tapi logis. tapi kayaknya buat saya sendiri aja ah..
makasih kunjungannya.
Januari 24, 2008 at 11:44 pm
[...] Masalahnya, Tuhan Maha Suci, karenanya hanya bisa didekati dalam keadaan “suci”, di malam yang suci, dan dengan kesadaran yang tinggi. Hal tersebut *katanya* lebih sulit dilakukan dengan baik [...]
Maret 31, 2009 at 10:59 pm
[...] ditutup karena ternyata tempatnya tidak asyik *apa sih?*. Makanya, langsung ada tulisan lagi soal malam Jumat pada tanggal yang [...]